Handphone Seharga Rp 730 Juta Hadir di Asia

Handphone seharga Rp 730 juta dihadirkan di Asia – oleh Sennheiser HE 1 resmi menyambangi pasar Asia setelah lebih dulu diperkenalkan di Eropa pada akhir 2015 lalu. Handphone tersebut digadang-gadang sebagai perangkat pendengar audio termahal di dunia. Untuk memilikinya, pembeli harus menguras kantong hingga 50.000 euro atau sekitar Rp 732 jutaan. Nilai itu sebanding dengan harga mobil mewah atau apartemen standar di Jakarta. Handphone ini menjadi Handphone termahal di Asia dengan harga yang sangat Fantastis.

handphone seharga rp 730 juta dihadirkan di asia

Andreas Sennheiser yang tak lain adalah CEO perusahaan Jerman itu juga mengatakan, ide HE 1 bersumbu pada prinsip inovasi. Timnya membutuhkan waktu sekitar satu dekade untuk menggodok HE 1 dari awal hingga siap dipasarkan. “Kami ingin menciptakan sesuatu yang tak pernah ada di pasaran,” kata dia saat memberikan Keynote Speech, KompasTekno jumat (1/7/2016). Andreas mengklaim HE 1 dibuat dengan teknologi inovatif, material premium, serta proses pengerjaan sangat idealis. di Restoran Adrift, Marina Bay Sands, Singapura.

HE 1 sendiri merupakan generasi kedua dari headphone ikonik Orpheus HE 90 keluaran 1991. Ciri khas Orpheus HE 90 masih dipertahankan, yakni hadir sepaket dengan amplifier, Bedanya, Sennheiser kini menggabungkan keunggulan amplifier tabung dan amplifier transistor dalam satu desain sirkuit yang telah dipatenkan.

separator

Inovasi itu menghasilkan respons frekuensi antara 8 Hz hingga lebih dari 100 kHz. Kisaran tersebut melampaui kemampuan pendengaran manusia yang rentangnya hanya 20 Hz sampai 20 kHz. Hasilnya, pengguna bisa mendengar komponen suara yang lebih detail. Selain itu, tiap-tiap tabung bertugas menurunkan distorsi hingga ke titik terendah dalam sistem reproduksi audio, yakni mencapai 0,01 persen di 1 kHz dengan tekanan suara 100 dB.

Spesifikasi itu diklaim mampu menghasilkan audio super jernih dan hangat, dengan kualitas serupa mendengar suara asli atau kerap disebut high fidelity. Jenis batu alam itu mampu meredam kebisingan yang merambat pada tubuhnya. Sebelumnya, Carrara dikenal sebagai material utama pada patung-patung buatan pemahat sohor Michaelangelo.

Ada 6000 kompenen dalam satu perangkat, perangkat ini disusun untuk menghasilkan pengalaman pendengar audio, Pada kompenen ini juga Sennheiser mematrikan elektroda keramik berbalut emas dan diafragma berlapis platinum. Material ini dianggap  sangat pas untuk menjamin kinerja bunyi akustik. Di Asia sendiri perangkat ini akan lebih dulu tersedia di Singapura per September mendatang dan Negara-negara Lain juga akan segera menyusul termasuk Indonesia. Baca juga Android N Bukan Nutella dan Asus hadirkan Chromebook pertama di Dunia hadir di Indonesia

 

Top