Catat! TKDN Bakal Diresmikan Setelah Lebaran

Menunggu Verifikasi Biro Hukum Kemenperin, TKDN Baru Akan Diresmikan Setelah Lebaran – Setelah menunggu cukup lama, akhirnya kini pemerintah telah selesai menggodok detail skema investasi dalam aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) bagi produk smartphone 4G yang berasal dari vendor asing yang ingin menjualnya di pasar Tanah Air. Seperti diketahui sebelumnya, meski telah lama digembar-gemborkan syarat TKDN, namun pada kenyataannya hingga saat ini masih belum jelas komposisi perbandingan dari kandungan tersebut sehingga kejelasan bagi para vendor asing pun masih belum dipastikan.

menunggu verifikas biro hukum kemenperin tkdn baru akan diresmikan setelah lebaran

Nah, kini akhirnya kejelasan itu sebrentar lagi akan bisa didapatkan. Pasalnya, pemerintah mengatakan bahwa rencananya skema dari TKDN tersebut bakal segera diresmikan tidak lama setelah hari raya Idul Fitri. Namun memang, untuk tanggal detailnya masih belum diketahui secara pasti.

Informasi yang dirangkum melalui KompasTekno, Sabtu (02/07/2016) dikatakan bahwa pada hari Kamis, 30 Juni 2016 kemarin, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan juga Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melakukan pertemuan tertutup di kantor Kemendag. Pertemuan tersebut adalah untuk membahas mengenai aturan TKDN tersebut.

Terkait hal ini, menurut Direktur Jendral Industri Logam, Mesin, Alat dan Elektronika, Kementerian Perindustrian , I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan bahwa pembahasan tersebut menetapkan persoalan komposisi investasi yang harus dipenuhi oleh para vendor asing.

Jika vendor asing memilih melakukan investasi hardware sebagai cara pemenuhan nilai atas kandungan TKDN, maka disyaratkan untuk memenuhinya dengan komposisi: yaitu terdiri dari manufaktur 70 persen, pengembangan 20 persen, dan aplikasi sebanyak 10 persen.

Sementara untuk vendor asing yang memilih jalur investasi software sebagai pemenuhan TKDN, maka syarat kandungannya adalah dengan komposisi: sebanyak 70 persen aplikasi, 20 persen pengembangan dan 10 persen adalah manufaktur.

“Tapi sepertinya baru bisa (diresmikan) setelah lebaran karena perlu virifikasi oleh Biro Hukum Kemenperin,” imbuh Putu.

Selain membahas terkait skema dan juga detail komposisi investasi, pemerintah juga dikatakan telah melakukan sosialisasi pada sejumlah organisasi produsen ponsel dan vendor. Salah satunya, adalah Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AITPI).

Jadi, bagi vendor asing yang ingin berinvestasi sebaiknya persiapkan syarat-syarat tersebut! Baca juga Titik Cerah Geger TKDN dan TKDN 5 Kategori Dipermasalahkan

Top