XL Jual Tower Masal

2500 Tower XL Berpindah Tangan – Bisa dibilang operator XL memang senantiasa memberikan kabar yang menarik dalam dunia telekomunikasi. Setelah sebelumnya mampu mengakuisisi Axis, kemudian membuat perusahaan patungan dengan Indosat, kali ini XL (PT XL Axiata Tbk) diberitakan telah melego Tower sinyal miliknya. Jumlahnya tak main-main, hingga 2500 Tower kemarin (23/6/2016) sudah dinyatakan terjual kepada perusahaan telekomunikasi lain, PT. Protelindo.

xl jual tower masal

Dilansir dari Okezone (30/6/2016), tersebut bahwa XL mendapatkan kucuran dana segar sebesar 3.5 Triliun Rupiah dari Protelindo atas penjualan ribuan towernya tersebut. Sayangnya, kabar mengejutkan datang dari CEO XL Axiata, Dian Siswarini. Paslanya Dian menyatakan bahwa penjualan ribuan tower tersebut dilakukan karena neraca keuangan XL perlu mengalami penyehatan.

Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa pada prinsipnya XL tidak berbisnis dalam hal koleksi tower seluler. Hal ini menjadi alasan utama mengapa koleksi tower milik XL pelru dilego sebanyak-banyaknya. Meskipun demikian, perusahaan yang bergerak dalam bidang telekomunikasi ini tak menampik kebutuhannya akan tower seluler.

Untuk menghadapi kebutuhan itu, Dian dan jajarannya sebelumnya sudah melakukan analisa terlebih dahulu. Menurutnya, daripada mengoleksi ribuan tower, masih lebih murah jika melakukan sekedar sewa jaringan atas tower-tower tersebut. Pasalnya, biaya perawatan atas tower juga diklaim lebih mahal ketimbang sekedar sewa.

Dian juga menyatakan bahwa penjualan tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan fleksibilitas XL dalam berkompetisi terhadap bisnis pokoknya yakni penyedia jaringan seluler. Lebih lanjut, Dian meyakinkan bahwa dana segar tersebut dipastikan akan dinikamti oleh masyarakat secara tak langsung. Pasalnya dana ribuan miliar tersebut dipastikan akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan pada pelanggannya.

Walaupun sudha melepas ribuan tower kepada Protelindo, namun XL ternyata masih memiliki 4000 tower cadangan lainnya. Menurut Dian, tower yang masih dipertahankan tersebut memiliki sifat yang strategi dibandingkan tower yang dilepas. Tentu, hal ini menandakan XL masih tetap ingin eksis secara mandiri dalam menyediakan pelayanannya pada masyarakat.

Jika menengok kondisi ini, setidaknya XL kudu memastikan bahwa dalam jangka waktu panjang biaya sewa tak akan melonjak tajam. Karena bukan tak mungkin, apabila biaya sewa melonjak tajam XL terpaksa hanya menggunakan 4000 towernya sendiri. Baca juga Fimo, Teknologi untuk Memantau Jaringan Operator Seluler dan XL Resmi Gelar Akses 4G di Semarang.

Top