What! Chipset 1000 Inti?

Akademisi Buat Chipset Dengan 1000 Inti – Penggemar teknologi dewasa kini pasti memahami bahwa performa sebuah gadget tentunya sangat dipengaruhi oleh chipset yang digunakannya. Ibaratnya, semakin banyak inti akan semakin mempercepat prosesing data yang terjadi. Jika selama ini setidaknya dikenal prosesor dengan 10 inti, nyatanya itu bukan batas akhir teknologi manusia. Pasalnya, baru-baru ini di California malah lahir chipset dengan 1000 inti yang saling berintegrasi.

what chipset 1000 inti

Chipset canggih ini dirancang oleh tim di University of California, Davis, Department of Electrical and Computer Engineering. Hal ini tentunya sekaligus menjadi bukti bahwa dunia pendidikan adalah sangat dekat dengan kemajuan peradaban manusia. Walaupun asumsi di awal menyatakan semakin banyak inti yang digunakan semakin boros energi, nyatanya tim tersebut mampu membuktikan hal yang sebaliknya.

Pasalnya, chipset ini diklaim hemat energi dan memiliki rata-rata komputasi maksimum 1,78 triliun instruksi per detik. Kemampuan ini dapat tercapai lantaran jeroan chipset ini berisi 621 juta transistor. Bevas Baas, prosesor teknik listrik dan komputer, sekaligus pemimpin dari tim tersebut menyatakan bahwa chipset KiloCore tersebut adalah chipset denagn 1000 inti pertama di dunia dengan clock tertinggi yang mampu di buat oleh kalangan universitas.

Menurut Baas, chipset multicore lain sebeneranya sudah pernah dibuat oleh IBM. Namun chipset tersebut tak pernah menyentuh jumlah inti di atas 300 unit. Hal tersebut mungkin lantaran teknologi yang digunakan masih menggunakan teknologi CMOS 32 nm. Walaupun demikian, Baas tak menampik bahwa sebelumnya emmang ada chipset 1000 inti yang lain. Sayangnya, chipset tersebut hanya mampu beroperasi pada 115 miliar instruksi per detik sebagaimana dilansir dari Okezone (21/6/2016). Menariknya, walaupun jumlah intinya begitu banyak, chipset tersebut diklaim mampu digerakkan oleh baterai single AA yang biasa digunakan untuk remote control.

Kabarnya, chipset tersebut sudah dipamerkan pada simposium di VLSI Technology and Circuits. Simposium yang diadakan pada 2016 ini tersebut dilakukan di Honolulu. Saat ini, pengembangan chipset tersebut sudah masuk ke tahap pengembangan software dasar. Tersebut wireless coding/decoding, pemrosesan video, enkripsi, dan lain-lain yang melibatkan sejumlah data paralel seperti aplikasi data ilmuan dan pengolahan record data center telah masuk dalam jajaran pengembangannya. Baca juga Asus Tak Gunakan Intel Lagi Untuk Produk Smartphonenya dan iPhone 7 Berikan Pilihan 2 Pilihan Chipset.

Top