Waspada! Sharing Data Online Jadi Target Serangan Ransomware

Sharing Data Lewat Internet Target Empuk Bagi Ransomware – Baru saja diungkapkan, bahwa sebuah penelitian terbaru yang diunhkap oleh Kaspersky Lab menunjukkan serangan ransomware terjadi melalui aktivitas sharing data ke internet, terutama media sosial seperti Facebook. Dalan informasi yang dirangkum melalui Okezone, Rabu (29/06/2016) mengatakan bahwa penelitian tersebut melibatkan remaja berusia 16 hingga 24 tahun di Amerika Utara, yang ditanya soal kekhawatirannya akan serangan tersebut.

sharing data lewat internet target empuk bagi ransomware

Dari penelitian yang diungkapkan, hanya terdapat satu dari sepuluh anak yang mengaku merasa khawatir dengan adanya serangan ransomware tersebut, meskipun dari sepertiga responsen sebetulnya mnegerti akibat-akibat yang ditimbulkan oleh serangan ransomware.

Salah satu yang menjadi alasan mengapa hal tersebut terjadi adalah, karena saat ini pengguna di kalangan pemuda banyak yang melakukan sharing tentang hidupnya atau aktivitasnya melalui media online, sehingga mereka percaya bahwa data yang dibagikan misalnya saja seperti foto akan bisa diperoleh melalui media sosial. Bahkan, yang lebih membuat hal tersebut semakin rawan menyerang adalah, karena sekitar 47,3 persen responden dengan angka usia 16 hingga 24 tahun menganggap email sebagai proses dari back-up data yang aman.

Namun, pada kenyataannya serangan ransomware pada perangkat mobile justru terus meningkat seiring banyaknya dan intensitas pengguna melakukan share data secara online. Meskipun begitu, dari sleuruh pengguna hanya ada sekitar setengah responden yang memiliki solusi kemanan internet yang telah terinstal pada perangkat smartphone mereka. Hal ini tentu menjadi antisipasi, karena semua perangkat smartphone bisa saja memiliki resiko terkena serangan ransomware.

“Anak muda yang hyper-connected dikatakan berisiko untuk serangan ransomware yang semakin ganas dan cerdik dalam melakukan penyamaran serta membuat asumsi bahwa informasi dan foto mereka selalu dapat dipulihkan,” Hal tersebut diungkap oleh Dony Koesmandarin, selaku Territory Channel Manager, Kaspersky SEA-Indonesia.

Untuk itu, artinya serangan ransomware akan sangat mudah menyerang mereka yang cukup intens dalam melakukan sharing data atau membagi informasi melalui media sosial.

Untuk lebih aman, sebetulnya ada beberapa langkah yang harus diikuti untuk menghindari serangan ransomware pada perangkat smartphone yaitu selalu menggunakan perangkat lunak versi terbaru, menginstal solusi keamanan internet, secara rutin mem-back up data, dan tetap berhati-hati saat membuka email dari pengirim yang tidak dikenal. Baca juga Nokia Security Ungkap Platform Seluler Target Utama Malware dan Pembuktian Eksistensi Blackberry Via Software

Top