Terbukti! OTT Ancam Eksistensi Provider

Provider Seluler Pilih Kerja Sama Dengan OTT – Munculnya layanan berbasis data yang secara fasilitas mampu menggantikan posisi layanan seluler tentunya memnag menjadi kecemasan tersendiri bagi provider seluler di dunia. Dalam dunia telekomunikasi, layanan berbasis data tersebut sering disebut OTT yang merupakan singkatan over the top. Sebutan ini memang nampak pas disematkan pada layanan tersebut, pasalnya layanan berbasis data tersebut mampu melompati bisnis seluler yang utamanya berada pada tarif telepon dan SMS.

terbukti ott ancam eksistensi provider

Pasalnya, penggunaan jaringan data sebgai alat pertukaran informasi membuat tarif koneksi semakin murah. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa banyak konsumen lebih memilih layanan OTT ketimbang menggunakan layanan konvensional ala operator seluler. Pilihan inipun menjadi buah simalakama bagi operator seluler. Pasalnya, saat ini operator seluler juga dituntut menyediakan koneksi berbasis data yang murah. Artinya, jika kondisi ini terus berlanjut maka operator seluler sedang mendukung kematian bisnisnya sendiri.

Dilansir dari Kompas (30/6/2016), provider seluler yang masih serius untuk menggarap lahan komunikasi seluler akhirnya menyerah untuk melawan. Akhirnya opsi yang dipilih adalah bekerja sama dengan penyedia layanan OTT. Tersebut, 50 persen operator seluler di Asia telah bekerja sama dengan penyedia layanan OTT. Angka itu menunjukkan bukti yang kuat bahwa dominasi OTT di masa depan tidak akan terbendung lagi.

Jika mengaca pada kondisi tanah air, tercatat beberapa event nyata kerjasama provider seluler dengan penyedia OTT pernah terjadi. Sebut saja waktu itu Kakao Talk bekerja sama dengan Telkomsel dan XL. Selain itu, untuk urusan streaming musik XL sudah menggandeng layanan musik Yonder dan Indosat merangkul Spotify. Menariknya, selain bekerjasama, operator seluler di Indonesia juga berusaha membuat komunitasnya sendiri. Sebut saja Telkomsel yang membuat layanan video UseeTV dan XL yang membuat layanan Tribe.

Menanggapi fenomena tersebut, pemerintah Indonesia tak bisa tinggal diam. Kabarnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) saat ini sedang melakukan konsultasi publik terhadap Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Penyediaan Layanan Aplikasi dan/atau Konten Melalui Internet.
Lebih jauh, aturan tersebut akan menjadi payung hukum bagi penyelenggara OTT. Beberapa poin yang diatur salah satunya bakal menyebut OTT yang menawarkan layanan serupa atau subtitutif dengan layanan telekomunikasi wajib bekerja sama dengan operator. Baca juga Pengguna Mobile di Asia Pasifik Terus Meningkat dan Solusi Kisruh Dunia Telekomunikasi, Kominfo Bangun Proyek Palapa Ring sebagai Alternatif Network Sharing.

Top