Setelah Disita, Xiaomi BM Masih Tersedia!

Xiaomi BM Laris Manis Walau Dikejar Petugas – Lezatnya pasar telepon pintar tanah air memang menyebabkan prinsip ekonomi terus bergulir tak terkendali. Pasalnya, dengan terus meningkatnya permintaan pasar akan menyebabkan ketersediaan barang makin langka dan tentunya akan membuat harga melambung tinggi. Padahal, prinsip ini jika sudah mencapai batas antar negara akan dihadapkan dengan serangkaian regulasi yang mempersulit masuknya barang dengan harga lebih murah. Alhasil, cara-cara culas terpaksa dilakukan pedagang untuk tetap meraup peruntungannya.

setelah disita xiaomi bm masih tersedia

Salah satu jalan untuk melampaui batas-batas hukum biasanya dilakukan dengan jalan Black Market atau pasar gelap. Sebutan itu didapat karena memang penjualannya dilarang terang-terangan. Pasalnya, jika penjualan dilakukan dengan terang-terangan akan segera terendus oleh otoritas terkait dan membubarkan pasar tersebut. Hal ini nampaknya terjadi pada ponsel pintar asal Cina, Xiaomi.

Beberapa waktu yang lalu Xiaomi dikabarkan terkena razia ponsel black market. Pasalnya, dari sekian banyak produk yang beredar secara resmi, kemarin didapati terdapat 10.000 unit Xiaomi yang masuk ke Indonesia secara ilegal. Keseluruh produk tersebut akhirnya disita dan mengakibatkan dampak pasar yang signifikan. Pasalnya, saat ini Xiaomi jadi terlihat langka di pasaran.

Kelangkaan ini selain karena stock barang resmi memang sudah dari awal langka, stock barang BM mulai disembunyikan dari etalase terkait sebagaimana dilansir dari Kompas (16/6/2016). Disembunyikannya Xiaomi BM dari perdagangan tentu merupakan efek domino dari razia yang sempat dilakukan kemarin. Namun ternyata, dilansir dari sumber yang sama, bukan berarti penyitaan tersebut menghentikan praktik ilegal ini. Pasalnya, stock barang BM dipastikan masih cukup banyak untuk memenuhi permintaan pasar. Akibatnya, kenaikan harganya bisa mencapai 10 persen dari harga standarnya.

Sebagai informasi, saat ini Pemerintah Indonesia sudah merugi 15 Miliar Rupiah akibat preaktik perdagangan ponsel pintar secara ilegal. Pasalnya, jika akan dijual secara resmi tentunya pemerintah akan mendapatkan pemasukan via cukai dan lain-lain. Biaya tersebut pada hakikatnya selain sebagai pemasukan kas negara yang akan mendukung APBN, juga merupakan cara negara mempertahankan industri lokal terhadap gempuran produk asing. Oleh sebab itu, jual beli produk blackmarket selain melanggar hukum, dapat merugikan kelangsungan bangsa di masa yang akan datang. Baca juga Xiaomi Redmi 3s Jadi Varian Baru dari Xiaomi Redmi 3 dan Xiaomi Mi Max Meluncur 30 Juni di India dengan Harga Mulai Rp3 Jutaan.

Top