Sengketa 4G Qualcomm-Meizu

Meizu Dituding Tak Bayar Royalti – Bisnis teknologi dewasa ini tak akan lepas dari hak kekayaan intelektual. Pasalnya, segala sesuatu yang muncul dari ide kemudian diaplikasikan bisa bernilai uang dalam produksi masal. Hal tersebut kadang ditiru atau digunakan oleh pihak lain tanpa dosa dengan tidak memberikan kompensasi yang layak atas hasil pemikiran yang tak sedikit. Padahal, sebagaimna diketahui, kekayaan intelektual merupakan penghargaan atas hakikat manusia yang senantiasa memiliki pemikiran.

sengketa 4g qualcomm meizu

Kali ini sengketa datang dari ranah yang jarang diberitakan. Pasalnya, sebelumnya masalah kekayaan intelektual lebih sering menyasar Apple yang memang secara galak enggan melepas hasil pemikiran mereka. Walaupun demikian, tak jarang Apple digugat lantaran dituduh mengambil tanpa hak atas pemikiran orang lain juga. Menariknya, kali ini yang berseteru adalah Qualcomm melawan Meizu.

Jika melihat ranahnya, sebenarnya antara Quacomm dan Meizu tak bermain pada pasar yang sama. Pasalnya Qualcomm bermain pada pasar komponen saja, sedangkan Meizu bermain pada pasar barang jadi. Walaupun demikian, memang tak jarang Meizu menggunakan Qualcomm sebagai komponennya. Di sinilah letak permasalahan mulai terjadi. Pasalnya, Qualcomm menuding Meizu tak lagi membyar royalti atas teknologi 3G dan 4G mereka yang digunakan oleh Meizu sebagaimna dilansir dari Okezone (27/6/2016).

Sebagaimana diketahui, untuk membesut teknologi ini dalam sebuah telepon pintar biasanya sudah menjadi satu kesatuan dengan suatu chipset yang ditanamkan. Namun nampaknya, dalam kasus ini, Qualcomm memiliki kebijakan lain dalam menempatkan teknologi yang mereka lisensikan. Pasalnya, berita yang beredar menyebutkan bahwa Meizu tak membayar royalti atas teknologi 3G dan 4G dan bukan tidak membayar komponen yang disematkan pada produknya.

Itu artinya, kemungkinan terdapat dua skema pembayaran atas produk Qualcomm. Pertama pembayaran untuk komponennya secara langsung. Kedua adalah lisensi dalam penggunaan teknologi Qualcomm itu sendiri yang dalam hal ini berupa teknologi 3G dan 4G. Masalahnya, menurut sumber yang sama, kendati Qualcomm kali ini sebagai pihak penggugat, namun dirinya lebih berinisiatif untuk menempuh jalur di luar pengadilan.

Sayangnya, inisiatif tersebut tidak diterima oleh Meizu dan mempersilahkan Qualcomm untuk menggunakan hak gugatnya melalui pengadilan. Hingga saat berita ini diturunkan, masih belum didapati informasi hasil keputusan pengadilan tersebut. Baca juga Perkawinan Quick Charge 3.0 dan USB C Diklaim Aman dan Qualcomm Incar Pasar Drone Ringan Sebagai Fokus Pasar Selanjutnya.

Top