Sangarnya Huawei FingerPrint 2.0

GR 3 dan GR 5 Membawa Fingerprint 2.0 – Pemain lama dunia industri komunikasi, Huawei kali ini membuat gebrakan baru. Setelah sebelumnya laris manis karena diendus bekerja sama dengan vendor kamera terbaik di dunia, Leica, kali ini Huawei malah gembar-gembor dengan sensor finger print terbaik di kelasnya. Saking baiknya, sendor finger print ini bahkan diberi nomor seri sendiri yakni seri 2.0 yang artinya harus memiliki perbedaan yang signifikan daripada versi sebelumnya.

huawei fingerprint 2.0

Diusung melalui smartphone terbarunya Huawei GR 3 dan Huawei GR 5, Huawei dengan Pedenya menyebut sensor fingerprintnya kali ini dengan sebutan “King of Fingerprint” sebagaimana dilansir dari Okezone (15/6/2016). Jika dilihat dari artinya, dapat dipahami bahwa semua sensor fingerprint lain wajib takluk kepada sendor fingerprint buatan Huawei kali ini. Tentunya hal ini tidak lepas dari kehebatan yang dimilikinya.

Pertama, sensor Fingerprint 2.0 ini bukan hanya dapat digunakan sebagai fitur unlocking alias pembuka kunci. Pasalnya, sensor ini telah didesain sedemikian rupa untuk dapat berperan sebagai tombol shutter pada kamera. Hal ini tentunya akan memudahkan para penggemar selfie atau pecinta fotografi lainnya yang biasanya terhambat lantaran tombol shutter nyasar di layar sentuh. Selain itu, sensor ini juga dapat digunakan untuk sekedar stalking layar terhadap notifikasi.

Kedua, Fingerprint 2.0 diklaim tetap dapat beroperasi dengan jari tangan yang lembab. Pasalnya, Huawei menyadari bahwa orang Indonesia memiliki tangan yang mudah lembab. Bahkan, menurut sumber yang sama, Huawei berpendapat sensor tersebut sesuai dengan karakter tangan orang Indonesia yang suka makan dengan menggunakan tangan secara langsung. Alhasil, memang dibutuhkan sensor yang ultra sensitif untuk kejadian-kejadian tersebut.

Walaupun ultra sensitif, sensor fingerprint 2.0 tersebut diklaim tetap dapat beroperasi walaupun jari tangan tak tepat menyentuh sensor. Hal ini merupakan fitur yang Huawei tanamkan dengan nama Smart Detect. Keseluruhan fitur tersebutlah yang menjadi pedoman Huawei secara PD untuk menjual produk teranyarnya tersebut.

Jika melihat segmen yang disasar Huawei pada harga 2-3 jutaan Rupiah, rasanya memang bukan hal yng mustahil bagi Huawei untuk meraup keuntungan yang besar. Hal ini disebabkan hingga saat ini masih jarang adanya ponsel pintar dengan sensor fingerprint di kelas yang lebih bawah. Artinya, dengan versi 2.0 yang jelas lebih tinggi, bisa dipastikan konsumen akan bergerak ke arah Huawei tersebut. Baca juga Begini Kalau Huawei Kedepankan GR dan Huawei Catat Honor 5X Laku 8 Juta Unit.

Top