Ramadhan Kali Ini, Penjualan Gadget Lesu

Bahaya, Ramadhan Kali Ini Berhasil Melesukan Pasar Gadget – Pasar dunia telepon pintar tentunya sangat menarik diperbincangkan. Pasalnya, dari sisi modal, pasar ini cenderung lebih murah dan cepat balik modal ketimbang pasar-pasar lainnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pemain baru yang langsung cepat melesat menjadi raksasa gadget hanya dalam waktu singkat. Tentu, hal tersebut tak lepas dari gurihnya bisnis ini dalam pasarnya sendiri.

ramadhan kali ini penjualan gadget lesu

Sayangnya, kali ini berita sedikit membuat was-was mulai menyeruak. Setelah pasar gadget bertahan sekian lama dengan terus mengalamai peningkatan, kali ini diberitakan melalui Okezone (23/6/2016), tampak bau-bau penurunan pasar mulai tercium. Sebagai sample, Mall Ambasador Jakarta dijadikan pedoman. Pasalnya, di mall ini para pedagang mengeluhkan omset yang menurun drastis khususnya pada bulan ini, bulan Ramadhan.

Entah apa masalahnya, yang jelas jika merujuk pada penjualan tahun lalu, gap yang tejadi sangat besar. Bisa dikatakan 90 persen penurunan. Hal ini didapatkan dari keterangan pedagang yang menyatakan bahwa pada tahun lalu di bulan Ramadhan mampu menjual 10 unit perhari. Sedangkan pada tahun ini hanya mampu menjual 1 unit perhari.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, hal ini terjadi bukan lantaran peminat telepon pintar menurun. Melainkan hadirnya situs belanja online yang marak menjajakkan barang serupa. Sadisnya, situs belanja online lebih mampu menawarkan harga yang lebih murah ketimbang toko fisik di mall tersebut. Hal tersebut menjadikan toko fisik kalah telak terhadap pembeli toko online.

Informasi berbeda disampaikan melalui sumber yang sama. Informasi tersebut menyebutkan bahwa ada kemungkinan pola perilaku dari konsumen. Pasalnya, menjelang lebaran pola konsumsi masyarakat lebih ke arah konsumsi eventual alias mengikuti hari raya. Misalnya dalam bentuk pakaian dan sebagainya.

Melihat dua informasi tersebut, memang dapat dikatakan bahwa Toko Online juga mengambil peran perebutan apsar gadget di Indonesia. Namun demikian, tak menampik adanya penurunan jumlah konsumen lantaran pola konsumsi lebih ke arah keagamaan. Kedua hal tersebut memang ada benarnya juga. Namun jika melihat perubahan yang terlalu drastis dari penjualan tahun lalu, ada kemungkinan faktor X yang belum muncul ke permukaan. Baca juga Langgar Hak Paten Desain, iPhone 6 dan 6 Plus Kena Gugatan di Beijing dan Galaxy S7 dan S7 Edge Sukses Terjual Hingga 25 Juta Unit.

Top