Project Fi Google Akan Diuji

Project Fi, Koneksi Di manapun dan Kapanpun – Kebutuhan manusia akna koneksi internet saat ini sudah tak mampu dibendung lagi. Pasalnya, internet yang awalnya hanya sekedar sarana telekomunikasi standar, saat ini sudah mampu menyentuh semua aspek kehidupan manusia. Alhasil, untuk skala manusia modern, internet sudah bagaikan makanan sehari-hari yang tak bisa terlepaskan dari pikiran.

project fi google akan diuji

Sayangnya, kebutuhan tersebut terkadang terganjal oleh koneksi yang tak selalu ada. Jika melihat ketersediaan jaringan yang ada, Wifi memang memerankan permainan penting dengan koneksi yang secara teori lebih stabil dan lebih cepat ketimbang koneksi seluler. Tentu, kelemahan Wifi sudah dapat dipastikan berada pada jangkauannya yang kurang meluas. Memang hal tersebut dapat diakali melalui router, namun tentunya hal tersebut berakibat tingginya biaya instalasi Wifi.

Di sisi lain, koneksi seluler memang memberikan cakupan yang lebih meluas. Sayangnya, koneksi seluler yang saat ini diajukan via 4G LTE masih belum merata tersebar di berbagai daerah. Itupun belum menjamin kestabilan dalam koneksi data. Alhasil, alih-alih ingin koneksi yang tercepat yang didapatkan, ternyata malah tak dapat koneksi sama sekali.

Melihat hal tersebut, Google membesut sebuah proyek uji coba dengan nama Project Fi. Proyek ini berusaha menggabungkan kelebihan 4G LTE dan Wifi sehingga saling melengkapi satu sama lain. Detailnya sebenarnya terbilang sederhana. Karena pada pokoknya telepon pintar akan secara otomatis melakukan koneksi via Wifi/4G LTE yang lebih kuat dan cepat dalam melakukan akses.

Menariknya, hal yang tak sederhana dalam proyek ini adalah kerjasama Google dengan penyedia layanan jaringan tersebut. Pasalnya, Proyek Fi dikabarkan akan menawarkan koneksi lintas provider yang bekerjasama dengan Google. Alhasil, tak ada ceritanya lagi ganti-ganti kartu untuk sekedar menikmati koneksi internet di daerah terpencil.

Dilansir dari Okezone (10/6/2016), Google Fi akan membebankan pelanggan untuk membayar USD20 per bulan untuk aktivitas percakapan, teks dan tethering WiFi. Sementara biaya data ditetapkan sebesar USD10 per gigabyte. Jika melihat rate ini, bisa dibilang angka ini merupakan angka yang mahal untuk skala Indonesia. Namun apabila ke depan teknologi ini berhasil, dengan banyaknya peminat logikanya harga dapat ditekan lebih turun lagi. Baca juga Sempat Ditentang, Google Loon Hadir Tahun Depan dan Begini Kemampuan Augment Reality dari Project Tango Google.

Top