Perang Tarif Makin Blak-Blakan! Indosat Ooredoo Vs Telkomsel

Indosat Ooredoo Mulai Terang-terangan Bandingkan Tarif dengan Kompetitor – Persaingan dari masing-masing operator selular memang sejak dulu sudah sangat ketat. Namun, baru kali ini perang tarif yang terjadi begitu blak-blakan. Pasalnya, seperti yang baru-baru ini ramai terlihat di sosial media bahwa Indosat Ooredoo secara terang-terangan membandingkan tarifnya dengan Telkomsel. Hal ini tentu saja, menyulut api perang secara langsung dengan kompetitor yang dimaksud.

indosat ooredoo mulai terang terangan bandingkan tarif dengan kompetitor

Pada gambar yang bererdar, seperti yang telah dilansir dari Okezone, Sabtu (18/06/2016) menunjukkan bahwa pada sebuah spanduk terlihat operator telekomunikasi Indosat Ooredoo membandingkan tarifnya dengan Telkomsel.

Lagi, di sebuah kuis yang digelar oleh Twitter, akun Indosat juga mengajak pengguna untuk membuktikan kebenaran tarif Rp1 ke semua operator. Setelah menelfon dan terbukti, pengguna lalu diminta untuk mem-posting foto lengkap dengan spanduk yang menyatakan bahwa pengguna telah membuktikan tarif telepon murah tersebut.

Pada informasi yang terdapat pada website Indosat Ooredoo dikatakan jika tarif tersebut berlaku selama 24 jam dan bisa digunakan tanpa harus melakukan registrasi. Namun, dalam skemanya telah dijabarkan bahwa tarif Rp1 per detik itu hanya berlaku untuk durasi menelfon selam 5 menit saja.

Informasi ini tentunya mengundang banyak kecaman dari netizen khususnya pihak-pihak dari Telkomsel.

Rupanya, Indosat Ooredoo kemudian angkat biacara. Pihaknya mengungkap bahwa sindiran terhadap operator lain yang terkait program tarif Rp1 rupiah di luar Jawa ini. Indosat Ooredoo menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program edukasi dan juga testimoni pelanggan yang dilakukan oleh Indosat Ooredoo kepada masyarakat di luar Jawa.

Dalam kesempatannya, Deva Rachman, selaku Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo mengatakan, “Pelanggan di luar Jawa mengatakan bahwa tarif telepon mahal dan tidak memiliki pilihan lain di pasar, karena lebih dari 80 persen pasar luar Jawa hanya dikuasai oleh satu pemain dominan dunia telekomunikasi,” Ungkapnya.

Atas alasan tersebutlah Indosat akhirnya berupaya untuk memberikan alternatif pilihan layanan kepada pelanggan, namun terkendala beberapa hal seperti persaingan yang tidak sehat.

Sejauh ini, memang untuk testimoni yang secara spesifik menyebutkan nama operator lain, Indosat Ooredoo telah memutuskan untuk menariknya. Namun, pihak Indosat Ooredoo tetap berharap bahwa pemerintah akan melakukan regulasi terhadap situasi yang dianggap monopolistik tersebut. Baca juga Penggabungan Nama Indosat dan Ooredoo, Jadi Lebih Baik dan Telkomsel Perluas Tcash Tap di Bandung

Top