Penuhi TKDN Software, Hisense Gandeng Developer Lokal

Ikuti Aturan Main Pemerintah, Hisense Bakal Penuhi TKDN Software – Berbicara masalah TKDN, tentu saja mengingat semakin banyaknya produk-produk impor yang masuk aturan ini harus semakin diperketat. Adanya kebijakan TKDN yang saat ini baru ditetapkan 20 persen saja kenyataannya ada juga produsen yang mengakalinya dan berbuat curang untuk menghindari aturan tersebut. Sebagai produsen luar negeri yang juga bermaksud untuk menjajakan produknya di Tanah Air, tentu Hisense juga akan memenuhi permintaan pemerintah Indonesia.

ikuti aturan main pemerintah hisense bakal penuhi tkdn software

Namun, saat ini Hisense baru memenuhi syarat untuk Tingkat Knadungan Dalam Negeri berupa hardware saja. Pabrikan asal negeri Tirai Bambu tersebut saat ini mengaku belum memenuhi unsur TKDN software pada smartphone-nya. Untuk memenuhi syarat tersebut, akhirnya Hisense bermaksud untuk bekerja sama dengan developer lokal.

Berdasarkan kutipan yang dilansir dari KompasTekno, Sabtu (04/06/2016) dalam peluncurannya di ICS 2016, Jumat kemarin Stanly mengatakan, “Kami akan kerja sama dengan developer lokal yang pada akhirnya bisa memenuhi syarat pemerintah,’ Ujarnya.

Stanly kemudian mengatakan, meski aturan ini terbilang masih baru namun pihaknya memastikan akan segera memenuhi syarat TKDN doftware sebelum tahun 2017.

Seperti diketahui, pemerintah akan menambah prosentasi unsur TKDN ini menjadi 30 persen di tahun 2017 mendatang.

Saat ini, aturan TKDN bagi vendor global dengan produk smartphone 4G  yang akan dipasarkan di Indonesia yang sebesar 20 persen tersebut memang belum merujuk ke pembagian software ataupun hardware yang jelas.

Untuk tahun depan, dengan penambahan jumlah kandungan, maka akan dihadirkan lima skema yang kemungkinan diberlakukan yaitu 0 persen software dan 100 persenhardware, 25 persen software dan 75 persen hardware, 50 persen software dan 50 persen hardware, 75 persen software dan 25 persen hardware, dan 100 persen software 0 persen hardware.

Untuk masalah skema, hingga saat ini masih dalam proses diskusi oleh tiga kementerian. Namun, Rudiantara selaku Menkomenfo, mengatakan yang jelas skema tersebut tak akan 100 persen hardware.

Menurutnya, skema dengan sepenuhnya hardware akan menjadikan Indonesia sebagai negara blue collar alias negara buruh.

Untuk itu, vendor global yang hendak menjual produk berteknologi 4G di Indonesia harus menyiapkan kandungan lokal berupa software. Untuk itu, Hisense sebagai perusahaan yang saat ini telah bekerja sama dengan PT Sat Nusapersada Batam, akan merangkul developer lokal untuk memenuhi syarat TKDN software tersebut. Baca juga Menkominfo Imbau Vendor Smartphone Untuk Tidak Curangi TKDN dan Infinix Akan Gandeng Pabrik Lokal Demi Penuhi Aturan TKDN

Top