Pengguna Ad-Blocker Semakin Hari Semakin Bertambah!

Pendapatan Iklan Menurun Akibat Adanya Ad-Blocker – Di jaman yang semakin maju ini, kehadiran iklan dirasa sangat penting bagi seseorang atau perusahaan yang mempunyai situs tertentu. Pasalnya iklan merupakan salah satu sumber pendapatan yang bisa diperoleh dan sebagai pengguna internet bisa mengkonsumsi konten online secara gratis. Namun, kehadiran iklan yang berlebihan sering dirasa mengganggu apalagi iklan yang ukurannya sampai menutup konten. Untuk itu banyak pengguna internet yang mencari berbagai cara untuk memblokir iklan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan fitur dan aplikasi ad-blocker.

Pendapatan Iklan Menurun Akibat Adanya Ad-Blocker

Dari data peneletian PageFair diketahui penggunaan fitur dan aplikasi ad-blocker mobile setidaknya ada 419 juta orang dari 1,9 miliar pengguna ponsel pintar di dunia ini melakukan pemblokiran iklan pada perangkat pintarnya. Data tersebut menunjukan bahwa, pemblokiran iklan pada perangkat mobile dua kali lebih banyak dibandingkan pemblokiran yang dilakukan pada desktop.

Dari bulan Januari 2015 sampai dengan Januari 2016, secara global pemblokiran iklan meningkat sampai dengan angka 90 persen. Sementara itu, penelitian ini juga menyebutkan bahwa sekitar 400 juta dari jumlah tersebut menggunakan mobile browser yang memblokir iklan secara default. Selain itu, dari sejumlah besar pengguna smartphone di Tiongkok yang mengadopsi metode ini, sebanyak 159 juta pengguna tersebut menggunakan browser yang berkemampuan mengunci iklan mobile. Sementara di India, terdapat 122 juta pengguna smartphone yang menggunakan browser untuk menghalau iklan.

Fenomena ini lebih banyak dilakukan oleh pengguna smartphone di Asia, dan kurang populer di Eropa dan Amerika Utara. Pada kedua wilayah tersebut, tercatat sebanyak 14 juta pengguna aktif bulanan yang memanfaatkan browser mobile minim iklan. Di Inggris, kemampuan memblokir iklan mobile juga diusung oleh jaringan Three, operator Eropa pertama yang memblokir iklan di level jaringan.

Laporan tersebut dinilai dapat menjadi alat pemasaran PageFair untuk bersaing dengan ad-blocker. Selain itu, PageFair menyatakan ketertarikannya untuk menyampaikan ancaman terkait pemblokiran iklan mobile ini kepada pihak penerbitan. Akibat pemblokiran yang mengancam keuntungan periklanan ini, industri penerbitan mempertimbangkan untuk menerapkan paywall dan sistem berlangganan. Baca juga Google Tawarkan Pemberitahuan Aplikasi Android yang Berisi Iklan dan Mantan CEO Mozilla Luncurkan Solusi Aplikasi Pemblokir Iklan.

Top