Pemerintah Bakal Tindak Tegas Layanan Mobil Online Tanpa KIR!

Layanan Angkutan Berbasis Aplikasi Harus Lulus Uji KIR – Aturan dari Kementerian Perhubungan kepada layanan angkutan berbasis aplikasi telah dikeluarkan sejak beberapa bulan yang lalu. Secara tegas Ignasius Jonan selaku Menteri Perhubungan menegaskan kepada seluruh kendaraan trasportasi umum, termasuk yang berbasis aplikasi seperti Uber, Grab dan Gojek wajib melakukan uji kendaraan bemotor (KIR).

Layanan Angkutan Berbasis Aplikasi Harus Lulus Uji KIR

Hal ini juga tercantum jelas sesuai dengan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Peraturan Menteri No. 32 Tahun 2016. Syarat tersebut merupakan salah satu agar angkutan umum berbasis aplikasi itu bisa menjadi angkutan yang sah di mata hukum Indonesia. Pemerintah juga telah memberikan batasan sampai tanggal 31 Mei 2016 kepada ketiga layanan tersebut agar bisa menyelesaikan semua persyaratan yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Dan tepatnya mulai 1 Juni 2016 kemarin, pemerintah akan menindak tegas bagi kendaraan berbasis aplikasi yang masih belum melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kalau ada yang memaksa jalan bagimana? Kalau kena pemeriksaan, itu akan dikandangkan kendaraannya. Setelah dikandangkan, pemerintah melalui Dinas Perhubungan akan menyurati badan usaha yang menaungi kendaraan-kendaraan tersebut. Bila sampai 3 kali disurati dan tetap melanggar, maka pemerintah akan langsung mencabut izin usahanya. Izin usaha yang menerbitkan Dinas Perhubungan, bukan saya,” kata Jonan.

Sementara itu keterangan serupa juga disampaikan oleh Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan, “Semua harus disiplin juga melaksanakan peraturan, kami (pemerintah) sudah sepakat tidak akan ada main-main, ” ujar Ignasius.

Kemenhub sendiri telah memberikan surat rekomendasi uji KIR kepada 3.309 kendaraan yang terdiri dari Koperasi Perkumpulan Pengusaha Rental Mobil Indonesia (PPRI) yang menaungi GrabTaxi sebanyak 568 kendaraan, Jasa Trans Usaha Bersama (JTUB) yang menaungi Uber sebanyak 2665 kendaraan, dan PT Panorama Mitra Sarana yang menaungi pengendara GoCar sebanyak 76 kendaraan. Namun sampai batas yang telah ditetapkan, hanya ada 419 kendaraan saja yang telah melakukan uji KIR baru. Itupun 53 diantaranya dinyatakan tidak lulus.

Peraturan Menteri No. 32 Tahun 2016 ini ditandatangani Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada 1 April 2016 lalu dan akan resmi berlaku mulai tanggal 1 Oktober 2016. Baca juga Layanan Transportasi Online di Indonesia Masih Belum Menemui Titik Terang dan Perbandingan Tarif Layanan Transportasi Ojek Online.

 

Top