Microsoft Kalah Sengketa Upgrade Paksaan

Hakim Kabulkan Tuntutan Ganti Rugi Windows 10 Paksaan – Keberlangsungan hidup Microsoft Windows bisa dibilang suatu keajaiban. Pasalnya, sebagai sistem operasi yang sudah terbilang cukup tua bahkan memiliki banyak penyakit, sistem operasi ini masih saja melekat dihati konsumen dunia. Bisa dibilang, semua lekatan itu lantaran tampilan antar muka Windows sudah menjadi aspek yang tak terlepaskan dari sebuah PC. Artinya, jika ada tampilan antar muka yang berbeda jauh dari konsep Windows, maka sudah dipastikan tak akan laris di pasaran. Padahal, sebagaimana diketahui, konsep tampilan antar muka suatu software merupakan hak eksklusif penciptanya, yakni Microsoft sendiri.

microsoft kalah sengketa upgrade paksaan

Tentunya, kendati eksklusivitas Windows tetap terjaga dari dulu hingga sekarang, nyatanya semua itu juga akan percuma apabila Microsoft tak buru-buru meng-update perangkat lunak mereka. Pasalnya, perkembangan teknologi mewajibkan keberadaan fitur-fitur baru plus tampilan antar muka yang lebih menyegarkan. Hal ini yang menyebabkan Microsoft secara intens melakukan update bahkan upgrade software-nya tersebut ke arah yang lebih baik.

Kabar terakhir menyatakan bahwa varian terakhir Windows dari Microsoft akan menyabet gelar Microsoft Windows 10. Menariknya, Windows 10 seperti menganulir pengembangan Windows 8 yang disebut-sebut istimewa dengan tampilan Retro. Namun nyatanya memang Windows 10 memberikan performa kinerja yang secara nyata lebih baik ketimbang Windows 8. Alhasil, bagi Microsoft Windows 10 merupakan opsi terakhir dan terbaik bagi pengguna.

Entah mengubah kebiasaan software yang mahal, nampaknya Windows 10 punya strategi tersendiri. Pasalnya, Windows 10 ditawarkan gratis selama masa promo. Uniknya penawaran ini sifatnya ‘memaksa’ karna memiliki logika akan otomatis upgrade kecuali ditentukan lain. Hal ini berbeda dari konsep update sebelumnya yang baru update ketika diperintahkan demikian.

Hal ini tentunya membawa banyak kerugian, pasalnya seringkali update paksaan tersebut terjadi ketika waktu yang tidak pas sebagaimana terjadi pada Teri Goldstein. Dilansir dari Kompas (29/6/2016), Teri Goldstein mengalami upgrade paksaan pada kondisi yang tidak tepat bahkan megalami kegagalan upgrade yang mengakibatkan banyaknya aplikasi yang crash di komputernya tersebut.

Tak terima dengan kejadian itu, Teri kemudia menggugat Microsoft sebesar 10 ribu Dollar AS atau sekitar 130 juta Rupiah lantaran kehilangan pendapatan yang diharapkan lantaran komputernya ngadat. Uniknya, kasus ini dimenangkan oleh Teri dan dapat digunakan sebagai rujukan oleh pembenci paksaan ini untuk ke depannya. Baca juga Upgrade Windows 10 Akhirnya Resmi Diterima Smartphone Lumia Versi Lawas dan Sejak Diluncurkan, Cortana Kini Miliki Hampir Enam Miliar Pencarian Suara.

Top