Menurut Erajaya, Ini Sebabkan OnePlus Hengkang

OnePlus Tak Siap Hadapi Pasar Indonesia – Merek terkenal di dunia, OnePlus sudah dipastikan hengkang dari pasaran telepon pintar di Indonesia. Tentu sebagai merek terkenal, dan belum menjajaki lama di Indonesia, agaknya aneh jika buru-buru hengkang dari bumi pertiwi. Bahkan, hal ini mengundang banyak spekulasi dari berbagai pihak. Hal ini menjadi penyebab beberapa pemain ahli di dunia telekomunikasi angkat bicara.

menurut erajaya ini sebabkan oneplus hengkang

Kali ini, Bos Erajaya, Budiarto Halim memberikan informasi bahwa OnePlus hengkang dari bumi pertiwi bukan lantaran takut akan persaingan. Mneurutnya, kepergian OnePlus dari Indonesia adalah ulah dari Pemerintah sendiri. Pasalnya, Pemerintahlah yang membuat aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri yang menyulitkan banyak pemain ponsel pintar 4G, termasuk OnePlus. Padahal, sebagaiman diketahui, pasar ponsel pintar 4G sedang hangat pada tahun-tahun ini.

Dari sudut pandang Budi sendiri, sebenarnya keputusan OnePlus tersebut sangat disayangkan. Pasalnya, jika OnePlus mau sedikit menjalin kerjasama dengan Erajaya maka besar kemungkinan OnePlus mau dibujuk untuk ikut andil dalam aturan TKDN. Pasalnya Budi optimis bahwa pasar Indonesia cukup besar untuk digarap, sehingga sayang sekali untuk ditinggalkan lantaran putus asa pada masalah yang sepele yakni TKDN.

Menurutnya pula, OnePlus dinilai belum mampu melihat potensi Indonesia sebagai pasar yang besar. Bahkan dapat diambil kesimpulan bahwa OnePlus belum serius menggarap pasar Indonesia. Padahal, jika ditilik lagi mengenai keseriusan, maka OnePlus akan mendapati hasil kajian bahwa reward dari mengikuti aturan TKDN pasti lebih besar dari investasi yang dikuvurkan. Hal ini beralasan lantaran Indonesia menapaki rangking ketiga pasar gagdet terbesar di Asia sebagaimana dilansir dari Kompas (23/6/2016).

Walaupun demikian, perilaku Pemerintah tak dapat disalahkan. Pasalnya, dibalik regulasi ketat tersebut, kedaulatan ekonomi negara merupakan hal terpenting yang harus digenggam oleh Pemerintah. Pasalnya, apabila regulasi tak segera menghadang, maka pertaruhannya berada pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa setelah hits telepon pintar tak lagi berkembang, maka yang tertinggal hanya status keuangan Indonesia yang sudah beralih ke negara lain karena jual beli perangkat pintar tersebut. Baca juga Menkominfo Jelaskan Alasan OnePlus Tinggalkan Indonesia dan Tak Beri MicroSD, Kepala OnePlus 3 Berkomentar.

Top