Mark Zuckerberg Bersumpah Membunuh Google Plus

Mark Tidak Suka Kehadiran Google Plus – Akhir-akhir ini pemberitaan mengenai Facebook tak kunjung usainya. Setelah mengalami beberapa sengketa hukum, beberapa masalah koneksi, dan terakhir masalah keamanan yang menimpa CEO-nya, kali ini rahasia besar Facebook terbongkar oleh mantan pegawai Facebook.

mark zuckerberg bersumpah membunuh google plus

Dilansir dari Okezone (8/6/2016), Antonio Garcia Martinez adalah pembongkar rahasia besar Facebook selama ini. Setelah selesai melakukan pengabdiannya sebagai pegawai di raksasa jejaring sosial tersebut, Antonio membuat sebuah buku berjudul ‘Chaos Monkeys: Obscene Fortune and Random Failure in Silicon Valley’. Dalam bukunya tersebut, secara terang-terangan Antonio menggambarkan niat Mark untuk menghancurkan Google Plus pada tahun 2011 silam.

Niat ini bukan tanpa alasan. Gamabran dari tulisan Antonio sebenarnya mampu menjelaskan apa yang terjadi antara Mark, Facebook, dan Google. Pasalnya kala itu, Facebook merupakan jejaring sosial yang tidak dilihat oleh Google. Bahkan bisa dibilang diremehkan oleh raksasa teknologi informasi tersebut. Pasalnya, konsep jejaring sosial kala itu sudah terlalu banyak saingan dan cenderung monoton untuk memaksa pengguna move-on.

Namun, penilaian Google ternyata salah. Facebook benar-benar berkembang menjadi jejaring sosial yang diminati secara global. Parahnya, dengan posisi Facebook tersebut, banyak karyawan Google yang mulai pindah untuk bekerja di Facebook. Reaksi Google terhadap hal ini tak bisa dipandang remeh. Pasalnya, kehilangan SDM bagi Google ke perusahaan lain bisa diartikan kekalahan dalam perusahaan secara internal.

Bahkan, untuk menghadapi serangan imigrasi pekerja tersebut, Google sampai melakukan kampanye untuk memberikan penawaran yang lebih banyak ketimbang penawaran yang diberikan Facebook kepada karyawannya. Jumlahnya tidak sedikit, lantaran diketahui bahwa penawaran Facebook tersebut akan dijanjikan berlipat-lipat jika karyawan Google tersu bertahan. Namun, hal tersebut tak cukup untuk menahan gelombang imigrasi pekerja tersebut.

Entah bagaimana, pada 2011 Google Plus lahir dengan menghasilkan segmen yang sama dengan Facebook, jejaring sosial. Kisah buruk antara Google dan Facebook di masa lampau, tentunya memberikan perspektif negatif kejadian ini. Mark menganggap Google sedang menyerang Facebook melalui Google Plus-nya.

Pengalaman tak menyenangkan yang bertubi-tubi tersebutlah yang membuat Mark bersumpah akan menghancurkan Google Plus yang diceritakan dalam buku Antonio tersebut. Melihat kondisi sekarang, bisa dibilang pengguna Facebook masih lebih dominan dengan Google Plus. Apalagi, melihat adanya kerjasama Facebook dan Google belakangan hari, bisa jadi niat tersebut sekarang sudah tak ada lagi. Baca juga Facebook Dituduh Menyadap Percakapan dan Facebook Akan Monopoli Ke Messenger.

Top