Lagi! Apple Kena Gugatan untuk Hentikan Penjualan iPhone di Beijing

Langgar Hak Paten Desain, iPhone 6 dan 6 Plus Kena Gugatan di Beijing – Kabar terbaru hadir dari vendor smartphone asal Amerika Serikat, Apple. Berdasarkan informasi yang terdengar, Apple terancam bakal kehilangan pangsa pasar penjualan Iphone di Beijing, China. Vendor kelas dunia ini diminta untuk menghentikan penjualan dari dua jenis ponsel buatannya. Mengapa?

langgar hak paten desain iphone 6 dan 6 plus kena gugatan di beijing

Penggugat yang merupakan perusahaan rintisan bernama Shenzhen Baili telah mengajukan gugatan karena menganggap produk Apple yakni iPhone 6 dan iPhone 6 Plus telah melanggar hak paten untuk sektor desain ponselnya. Pihak penggugat-pun akhirnya memenangkan gugatan dan Apple diminta untuk segera menghentikan penjualan dari kedua jenis smartphone-nya itu di Ibu Kota China, Beijing.

Berdasarkan informasi pada Wall Street yang dilansir melalui halaman KompasTekno, Senin (20/06/2016) Apple mengatakan bahwa untuk keputusan pengadilan itu masih dalam proses status menunggu banding, sehingga memang sejauh ini masih belum ada pengaruh apapun terhadap penjualan.

Jika melihat kondisi pasar Apple di China selama ini, terbilang aman-aman saja. Bahkan, vendor asal Amerika Serikat ini termasuk kebal dengan serangkaian ketatnya peraturan di Negeri Tirai Bambu, juga tak terpengaruh dengan pihak-pihak yang merasa iri atas kesuksesan Apple.

Namun, saat kepemimpinan China diganti oleh Presiden Xi Jinping, situasi sedikit demi sedikit mulai berubah. China semakin memperketat peraturan untuk mengatur konten dan teknologi, sementara itu perusahaan lokal juga tak mau tertinggal untuk memanfaatkan situasi tersebut.

Perubahan aturan tersebut, misalnya saja dalam hal pengaturan paten secara lokal. Kematangan sistem yang semakin maksimal, memang membuat perusahaan lokal memanfaatkannya dengan jeli. Bahkan telah berani mengajukan gugatan atau kalim atas pelanggaran paten. Dalam hal ini, tetap berlaku meskipun penggugat bukanlah perusahaan pertama yang mengembangkan paten tersebut.

Dalam kesempatannya, Erick Robinson selaku Chief Patent Counsel for Asia Pacific, Rpuse China Law Firm mengatakan, “Sebenarnya tak banyak perusahaan China yang menggugat paten perusahaan AS dan berhasil menang,” Komentarnya.

Sebagai informasi, Shenzhen Baili sendiri, yang merupakan pihak penggugat sebetulnya hanyalah perusahaan yang dikenal di negaranya saja, China. Bahkan, mereka tidak memiliki situs resmi. Baca juga Gugatan Paten Dilayangkan Kepada Apple Lagi dan

Top