Kondisi Keuangan Blackberry Saat Ini

Menyabet Ponsel Baru, Keuangan Blackberry Tak Begitu Baru – Berbicara mengenai keuangan Blackberry nampaknya tak begitu penting lagi. Pasalnya, hasilnya sudah dapat ditebak, tak lebih baik daripada pesaingnya. Namun kali ini, berita mengenai keuangan Blackberry mesti disimak. Pasalnya, CEO Blackberry John Chen sudah kadung membocorkan secara resmi kehadiran dua perangkat barunya si masa yang akan datang. Hal tersebut menjadi peristiwa ikonik yang mendapatkan perhatian dari sisi keuangan suatu perusahaan.

kondisi keuangan blackberry saat ini

Dilansir dari Okezone (27/6/2016), Blackberry telah mengalami kerugian yang tak sedikit. Pasalnya, selama kuartal fiskal terakhir per 31 Mei 2016 kemarin, tercatat kerugian yang dialami Blackberry mencapai 670 juta Dolar AS. Kerugian itu bukan kerugian yang sedikit, pasalnya jika dikonversi menutu mata uang saat ini, praktis angka nyaris 9 triliun menjadi angka kerugian mutlak Blackberry.

Menariknya, kerugian ini bukan sepenuhnya merupakan perhitungan angka kerugian bisnis secara riil. Pasalnya, dikabarkan sebanyak 501 juta USD atau sehitar 7 Triliun rupiah dari angka tersebut merupakan kerugian dari biaya penurunan aset lawas milik Blackberry. Berdasarkan hasil sementara, kerugian tersebut disebabkan karena utilitas aset tak begitu baik yang artinya banyak aset yang tak digunakan. Hal ini nampaknya sejalan dengan resepsi pasar terhadap Blackberry saat ini.

Walaupun demikian, ternyata hantaman ini juga pernah dialami Blackberry beberapa waktu silam. Waktu itu, Blackberry sedang berjuang melawan Apple sekitar 10 tahun yang lalu. Walaupun demikian, prestasi negatif atas Blackberry kali ini menempatkan John Chen sebagai CEO-nya dalam keadaan yang serba dipersalahkan. Pasalnya, Chen diharapkan mampu membangkitkan Blackberry dari segi hardware sebagaimana masa-masa kejayaannya yang lalu. Namun nampaknya, untuk sementara ini harapan tinggal harapan.

Menariknya, di tengah keterpurukan dalam sisi hardware, John Chen bisa dibilang berhasil mengangkat sisi software yang dikembangkan oleh Blackberry. Sedikit banyak hal ini tentunya disumbangkan oleh BBM. Hal tersebut mampu mengangkat pendapatan Blacberry dari USD153 juta sampai USD166 juta pada kuartal terakhir.

Walaupun Chen terbilang belum berhasil memenuhi harapan para pemegang saham, namun Chen sudah mendapatkan gelarnya sebagai penyelamat Blackberry. Pasalnya, angka-angka tersebut memberi pembuktian atas kerugian Blackberry yang bisa dipotong hingga separuhnya ketimbang laporan-laporan keuangan sebelumnnya. Hal yang jelas, beberapa variabel tersebut menjadi poin penting dalam kehidupan Roma dan Hamburg. Baca juga Juli Jadi Penentuan Nasib Blackberry dan Blackberry Priv Semakin Ditinggalkan Penggunanya.

Top