Keren! Advan Buat Smartphone Berdasar Riset

Advan Riset Keinginan Pasar di Indonesia – Persaingan ketat telepon pintar bisa dibilang tak ada habisnya. Jika pasaran internasional bertumpu pada spesifikasi kelas dewa yang ujung-ujungnya memiliki harga di tataran langit, Advan punya strategi sendiri untuk menggaet konsumennya. Tentu, hal tersebut bukan lantaran Advan ingin membuka pasar sendiri. Pasalnya, Advan merupakan merek lokal yang memfokuskan diri pada pasar nasional. Sehingga rasanya tidak heran jika Advan perlu riset mengenai keinginan konsumen di Indonesia.

keren advan buat smartphone berdasar riset

Dilansir dari Okezone (2/6/2016), Advan menggunakan riset berbasis deskriptif kuantitatif. Riset ini akan menempatkan tim riset Advan ke lapangan untuk menanyai konsumen satu persatu mengenai ponsel pintar apa yang diharapkan oleh konsumen. Penilaian riset ini berbasis kuantitatif, sehingga cenderung spesifik dengan daftar pertanyaan dalam wawancara tersebut akan tetap terstruktur.

Menariknya, sampel yang digunakan adalah sebanyak 500 orang berusia 18-35 tahun. Dengan demikian, sedikit terbocorkan bahwa target pasar telepon pintar yang Advan tuju adalah usia-usia produktif. Kesemua orang itu berasal dari wilayah Jabodetabek dan akan diwawancarai dalam rentang waktu semenjak bulan Mei kemarin hingga bulan Juni 2016 ini.

Materi wawancara memang memfokuskan pada prioritas fitur yang banyak dibutuhkan konsumen. Prioritas ini tentunya akan menghasilkan produk-produk layaknya sebutan ponsel berkamera atau kamera berponsel. Nah, secara umum fitur yang ditawarkan dalam pertanyaan meliputi kamera, resolusi kamera, ketahanan dan kapasitas baterai, kapasitas memori hingga kinerja dapur pacu. Selain masalah fitur, materi pertanyaan pendukung yang tak kalah penting seperti harga, spesifikasi ukuran layar, konektivitas juga menjadi pedoman dalam riset ini. Tak lupa, informasi terkait jangka panjang penggunaan handset dan ketertarikan pada brand lokal diusung menjadi pokok pikiran yang menarik.

Hal menarik lainnya, riset ini juga melibatkan mantan CEO XL, Hasnul Suhaimi. Sebagai mantan CEO, secara umum tentunya memiliki gambaran data persebaran penggunaan telepon pintar yang ada di pasaran saat ini. Persebaran ini tentunya di dapat dari hasil koneksi antara telepon pintar yang aktif dengan provider.

Kolaborasi data tersebut tentunya akan menerbitkan telepon pintar yang pas. Sebagaimana diketahui, telepon pintar kelas dewa memang sangat gahar sehingga banyak orang di Indonesia malah malas memilikinya. Satu hal yang jelas, keberhasilan dari riset ini akan dibuktikan pada saat peluncuran produk Advan nantinya. Baca juga Asus Perkenalkan Perangkat Virtual Reality Bernama Asus VR dan Situs Belanja JD.id Gelar Program Bertajuk JD 99.

Top