Kemkominfo Berencana Turunkan Tarif Interkoneksi!

Penurunan Tarif Interkoneksi Masih Menjadi Perdebatan – Pernah mendengar biaya interkoneksi? biaya interkoneksi ini merupakan biaya yang harus dibayarkan oleh operator asal atas penggunaan jaringan ke operator lain, ketika pelanggan melakukan panggilan lintas operator. Nah, menurut kabar yang beredar menyebutkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) berencana akan menurunkan tarif interkoneksi sebesar 25 persen.

Penurunan Tarif Interkoneksi Masih Menjadi Perdebatan

Namun, kabar tersebut masih menjadi dipersiapkan secara matang dan baru akan benar-benar diketok palu pada bulan Juli mendatang. Selain itu, masih banyak juga pihak yang belum sepenuhnya setuju dengan adanya rencananya tersebut.

Ririek Adriansyah selaku Direktur Utama Telkomsel memberikan pernyataannya jika tarif interkoneksi hanyalah sebagian kecil atau sekitar 15 persen dari variable komponen tarif retail secara keseluruhan yang terdiri dari beberapa variable biaya. Sebagai contohnya, service activation fee, marketing fee, dan margin.

Menurutnya, dengan adanya cara tersebut tidak akan terlalu berpengaruh dalam hal mengurangi penurunan tariff ritel off net. Sebagai contohnya saja, di tahun 2008 yang lalu penurunan biaya interkoneksi itu tidak pernah berdampak signifikan.

“Perhitungan tarif interkoneksi sebenarnya harus berdasarkan cost based. Hal ini menjadi common practice di perhitungan interkoneksi sebelumnya maupun benchmark di berbagai negara lain. Urutannya adalah, setiap operator memberikan data biaya penggelaran jaringan masing-masing kepada regulator, dimana setelah itu regulator akan melakukan audit terhadap angka yang diserahkan dari operator,” ujar Ririek.

Ia juga menambahkan, perhitungan tarif interkoneksi juga harus dilakukan secara komprehensif dan bersifat adil untuk semua pihak. Artinya, tidak ada operator yang diuntungkan dan dirugikan dalam berinterkoneksi. Dengan adanya perhitungan yang fair dan transparan, diharapkan dapat menjaga iklim industri sehingga operator selular tetap bisa membangun dan memperbaiki kualitas layanannya.

“Kami berharap agar tarif interkoneksi yang baru memberikan dampak yang lebih baik kepada perusahaan maupun industri dengan perhitungan yang fair dan transparan,” jelasnya. Baca juga Smartfren Ungkap Kelebihan Perangkat Berteknologi VoLTE dan Pemblokiran Situs Radikal Tak Hanya di Indonesia.

 

Top