Indosat Ooredoo Hadapi Masalah Serius

BRTI Bertindak, Masalah Indosat Tak Main-Main – Perusahaan yang dulunya milik negara, Indosat, kini sudah bersatu dengan perusahaan multi nasional Ooredoo dan mengusung branding baru Indosat Ooredoo. Nampaknya, penyatuan perusahaan ini sedikit banyak dipaksakan. Pasalnya, menejemen baru di bawah kepemilikan baru seperti tak begitu mengenal iklim bisnis operator seluler di Indonesia.

indosat ooredoo hadapi masalah serius

Di lansir dari Kompas (18/6/2016), Indosat Ooredoo dikabarkan telah melakukan promosi berbahaya melalui salah satu branding di bawahnya IM3 Ooredoo. Pasalnya, Indosat Ooredoo dengan sengaja mencatut salah satu pesaing beratnya yakni Telkomsel. Parahnya lagi, pencatutan nama pesaingnya tersebut ditempatkan dalam posisi yang lebih inferior ketimbang Indosat Ooredoo yang tentunya sangat bermasalah dari sisi etika bisnis bahkan hukum.

Sumber yang sama menyebutkan bahwa promotor Indosat Ooredoo sampai hati menyebut dalam spanduknya, “Cuma IM3 Ooredoo nelpon Rp 1/detik. Telkomsel? Gak mungkin.” Bahkan tak hanya satu promotor yang melakukan pencatutan. Promotor lain memegang spanduk dengan tulisan, “Saya sudah buktikan nelpon ke Telkomsel Rp 1 /detik.” Tentu, kalimat tersebut dapat ditafsirkan oleh siapa saja bahwa Indosat Ooredoo menginginkan posisinya lebih superior ketimbang Telkomsel.

Reaksi keras terhadap perbuatan promotor Indosat Ooredoo ternyata tak datang dari Telkomsel. Pasalnya, netizen bergerak melalui jejaring sosial untuk mempertanyakan kebijakan Indosat Ooredoo sehingga sampai hati menyatakan hal tersebut. Parahnya lagi, hal ini sudah sampai ke telinga Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia.

Bahkan menurut sumber yang sama, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan memanggil Indosat untuk meminta penjelasan terkait spanduk yang terang-terangan menyindir tarif operator lain, Telkomsel. Anggota BRTI Bidang Hukum, I Ketut Prihadi Kresna berpendapat bahwa spanduk tersebut tidak etis untuk digunakan.

Ketut menambahkan apabila hal tersebut termasuk kategori iklan, maka Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) bisa menegur atau menghimbau si pembuat iklan. Intinya, jika hal tadi adalah iklan, maka iklan tidak etis jika berusaha menjatuhkan kompetitornya, apalagi dengan menyebut nama pesaingnya langsung.

Sebagai bahan informasi, Begawei mendapati informasi bahwa BRTI memiliki kewenangan menerbitkan izin operator seluler. Itu artinya, jika memang Indosat terbukti bersalah dan melakukannya secara fatal, bukan tak mungkin perusahaan yang baru dicaplok tersebut akan bermasalah pada izinnya. Baca juga Penggabungan Nama Indosat dan Ooredoo, Jadi Lebih Baik dan Indosat Ooredoo Mulai Terang-terangan Bandingkan Tarif dengan Kompetitor.

Top