Indosat Ajak Operator Lain Untuk Angkat Bicara

Indosat Tak Berani Bicara Sendiri, Operator Lain Ikut Diajak – Kisruh persaingan yang nampaknya mulai berujung pada hal yang tak sehat akhirnya dialami oleh Indosat Ooredoo. Hingga saat ini, bukti yang muncul ke permukaan media adalah penjatuhan merek Telkomsel atas spanduk yang mengatasnamakan Indosat Ooredoo. Meskipun pihak Indosat Ooredoo sudah berkilah bahwa spanduk tersebut bukan resmi dari perusahaannya melainkan hanya gerakan konsumen, nampaknya masalah ini mulai berbuntut panjang.

indosat ajak operator lain untuk angkat bicara

Pasalnya, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sudah mulai bertindak. Sebagai pemegang otoritas atas bisnis provider seluler di Indonesia, BRTI hanya akan bertindak jika masalah sudah melibatkan pelanggaran-pelanggaran tertentu atau ada kemungkinan terindikasi ke arah tersebut. Hal ini dibuktikan dengan pemanggilan kedua belah pihak baik Indosat Ooredoo sebagai pemula dari hal ini dan Telkomsel sebagi sasaran perbuatannya.

Menariknya, dari hasil pemanggilan BRTI tersebut, Indosat Ooredoo berkilah bahwa perbuatannya tersebut sedikit banyak akibat monopoli yang dilakukan Telkomsel di luar Jawa. Menurutnya, Telkomsel menguasai konsumen di luar Jawa hingga angka 80 persen sebagaimana dilansir dari Kompas (23/6/2016). Menanggapi tuduhan tersebut, Telkomsel dengan tenang menjawab bahwa apa yang dilakukan Telkomsel merupakan hal yang wajar.

Pasalnya, saat operator lain sibuk menggaet pelanggan di daerah Jawa, Telkomsel sudah sibuk membangung infrastruktur di luar Jawa. Tentunya, sebagai operator pertama yang sudah siap menerima konsumen akan memiliki konsumen lebih banyak. Klarifikasi ini sekaligus menampik tuduhan Indosat Ooredo melalui CEO-nya Alexander Rusli yang menyatakan bahwa regulasi terkait lebih menguntungkan posisi Telkomsel.

Posisi dominan Alex dalam menanggapi perilaku Telkomsel semakin menjadi. Pasalnya, dirinya juga berlaku sebagai Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia yang tentunya memiliki data atas market share Telkomsel di Indonesia. posisi tersebut yang mendorongnya mengajak operator lain untuk ikut protes terhadap Telkomsel. Walaupun demikian, nampaknya apa yang dibicarakan oleh keduanya sangat jauh korelasinya dengan kasus spanduk bersangkutan.

Jika merujuk pada peraturan terkait monopoli pasar, maka rujukannya akan beralih ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Hal ini sejalan lantaran akhirnya Komisi tersebut bertindak merelai kedua operator tersebut. Sayangnya, hingga saat ini belum ada pernyataan pasti tentnag siap yang bersalah dari otoritas berwenang. Tentunya, jika masalah ini tak segera diredam, bukan tak mungkin jalur hukum siap menanti kedua belah pihak tersebut. Baca juga Kini, Giliran Telkomsel yang Dimintai Keterangan oleh BRTI dan CEO Indosat Angkat Bicara Masalah Banner Sindiran.

Top