Facebook Menyadap Pembicaraan?

Facebook Dituduh Menyadap Percakapan – Jejaring sosial Facebook selain selalu menawarkan fitur baru, juga selalu menawarkan berita baru. Pasalnya, masalah demi masalah selalu menerjang perusahaan teknologi informasi ini. Masalah tersebut baik besar maupun kecil memang berasal dari luar dan dalam Facebook sendiri. Kali ini, Facebook diberitakan dengan berani melanggar privacy penggunanya.

facebook menyadap pembicaraan

Dilansir dari Okezone (7/6/2016), pelanggaran privasi yang dituduhkan dilakukan oleh Facebook adalah pelanggaran privasi atas konten pembicaraan antar telepon pintar. Pasalnya, Facebook dituduhkan menggunakan microphone telepon pintar untuk mengambil suara pengguannya dan kemudian diserahkan pada pihak-pihak penyedia iklan untuk membantu penyedia iklan memberikan iklan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Tuduhan ini, sebenarnya berasal dari pengalaman seorang profesor USF yang mendapati adanya iklan yang muncul di Facebook yang lucunya sangat berhubungan dengan konten pembicaraan yang dia perbincangkan sebelumnya. Alhasil, Facebook dituduh menjadi pesakitan dalam pencurian data suara tersebut. Namun, menanggapi hal tersebut, Facebook sudah mengeluarkan pernyataan resminya.

Facebook menyatakan dengan tegas bahwa perusahaannya tidak menyentuh bagian-bagian audio untuk melakukan perekaman data. Sehingga jelas sudah bahwa Facebook tidak akan melakukan pencurian data audio penggunanya. Namun demikian, Facebook memang masih mengumpulkan informasi pengguna berupa informasi demografis melalui cara-cara lain selain pengumpulan audio tersebut.

Sebagai informasi, pengumpulan informasi dalam wilayah internet memang sering dilakukan dengan cara mengumpulkan formulir pendaftaran situs, mengumpulkan history akses situs lain dalam bentuk cache atau cookie. Kesemua itu memang ditujukan untuk memberikan tampilan iklan yang sesuai dengan minat pengguna situs/aplikasi tertentu.

Tentunya, terhadap pengumpulan data tersebut sudah dimintakan persetujuan sebelumnya baik secara sadar maupun tidak sadar ketika melakukan akses dan/atau pendaftaran pada situs tertentu. Dengan demikian, secara umum penjaga privasi atas pribadi adalah diri sendiri untuk berhati-hati memilih situs yang terpercaya.

Di sisi lain, untuk melindungi privasi diri secara ekstrim memang dapat dilakukan dengan menjauhi situs-situs tertentu atau menggunakan browser dalam mode anonymous. Penggunaan konsep VPN juga dapat memproteksi diri dalam kaitan dengan privasi tersebut. Hal yang jelas, situs sebesar Facebook tak mungkin mengambil risiko pencurian data pengguna. Kemungkinan besar yang terjadi adalah ketidaksadaran pengguna dalam hal penyerahan data pribadinya kepada Facebook. Baca juga Best Korea’s Social Network, Nama Jejaring Sosial Buatan Korea Utara Tiruan Facebook dan Facebook Akan Monopoli Ke Messenger.

Top