Buat OS Sendiri, Huawei Tetap Pakai Android?

Huawei Menampik Akan Amputasi Android – Sebagaimana proyek Open Source lainnya, kehadiran Android OS memang menjadi suatu inspirasi tersendiri. Pasalnya, setiap software open source cenderung membebaskan semua pihak untuk mengutak-atik segala sesuatunya sesuai dengan selera masing-masing. Hal ini menjadikan sebuah konsep yang menggembirakan banyak pihak, karena dapat dipastikan, setiap pengembangan akan membawa coraknya masing-masing.

buat os sendiri huawei tetap pakai android

Berbeda dari sistem close source yang cenderung membuat kabur para pengembang, Android malah membuat pengembang berusaha membuat OS yang lebih baik. Hal ini dibuktikan oleh Samsung dengan Tizen OS-nya, yang sekalipun belum diketahui apakah memiliki hubungan kerabat denagn Android, yang jelas secara konsep bisa dibilang Tizen OS terinspirasi dari keberadaan Android. Bahkan, pembuatan OS ini menurut Samsung merupakan langkah awal memb uat komunitasnya sendiri. Itu artinya, cita-cita Tizen OS adalah berdiri di atas Android.

Beda Samsung, beda lagi Huawei. Diberitakan dari Okezone (27/6/2016), Huawei memang sedang dalam tahap pengembangan OS-nya sendiri. Namun, melalui akun resmi Weibo-nya, Huawei menjawab bahwa pengembangan OS-nya tersebut dijamin tak akan mengamputasi Android OS dari perangkatnya. Agaknya hal ini cukup menggembirakan berbagai pihak. Pasalnya, tanpa kekuatan merek sekuat Samsung, agaknya sulit membesut ponsel tanpa jiwa Android di dalamnya. Sayangnya, pernyataan Huawei tersebut merupakan pernyataan yang bersyarat.

Masih dilansir dari sumber yang sama, Huawei menyatakan tak akan mengamputasi Android OS selama Google masih menyediakannya secara terbuka. Artinya, selama Android OS masih dilisensikan dengan konsep sumber kode terbuka, Huawei masih akan tetap menggunakannya. Pernyataan ini cenderung menarik. Pasalnya, jika yang disasar Huawei adalah masalah biaya, maka konsep sumber terbuka ini tak akan berpengaruh banyak pada biaya.

Sebagai informasi, lisensi dengan sumber terbuka memperbolehkan para penggunanya untuk kurang lebih melakukan perombakan ulang atas software baik sebagian maupun seluruhnya. Atas lisensi ini, tidak berati harus disediakan secara gratis. Artinya masih dimungkinkan si pembuat software untuk menarik biaya untuk setiap software yang akan dikembangkan tersebut. Walaupun demikian, pada praktiknya, biasanya software dengan sumber terbuka memang ditawarkan secara gratis. Hal tersebut selama ini juga diterapkan Google pada Android OS-nya.

Jika melihat pernyataan Huawei tersebut, maka sekalipun banderol lisensi sumber terbuka Android OS berada di tataran langit, tetap akan digunakan oleh Huawei. Artinya, Huawei lebih menyasar kepada teknologi yang ada di Android OS untuk diubah oleh mereka, ketimbang berbicara masalah harga. Baca juga OS Android 6.0 Marshmallow Terbaru Segera Dirilis Huawei dan Huawei kembali dikabarkan ingin tinggalkan Sistem Oprasi android.

Top