Banyak Pedagang Ogah Jual Xiaomi

Pedagang Ogah Jualan HP Xiomi Garansi Distributor Non Resmi – Dua pekan terakhir ini, rupanya kehadiran produk Xiaomi di pasaran terbilang sepi. Bukan sepi karena tak ada pembeli, namun justru sepi karena pedagang enggan menjual produk smartphone asal Tiongkok tersebut. Seperti di pusat perbelanjaan di Jakarta, beberapa pedagang seperti di ITC Ambassador, ITC Roxy Mas dan Roxy Square, akhir-akhir ini produk Xiomi sangat sulit ditemukan.

pedagang ogah jualan hp xiomi garansi distributor non resmi

Dalam hal ini, beberapa pedagang telah mengutarakan bahwa kondisi tersebut adalah imbas dari adanya razia atas ribuan ponsel Xiaomi distributor non-resmi yang dilakukan oleh polisi pada Selasa dua minggu yang lalu.

Salah satu pedagang yang keterangannya dirangkum dari halaman KompasTekno, Selasa (21/06/2016) penjual bernama Nanin (38) mengatakan pihaknya tak akan lagi berjualan lini Xiaomi dari distributor non resmi. Menurutnya, risiko yang ditanggung jauh lebih besar daripada potensi keuntungan yang diperoleh.

“Mending saya yang pasti-pasti (resmi) aja,” Ungkapnya.

Sebagai informasi yang perlu diketahui, bahwa ponsel Xiaomi yang masuk secara resmi ke Indonesia janisnya saat ini masih sangat terbatas, misalnya Mi 4i, Redmi Note dan Redmi 2. Padahal, Xiaomi ini merupakan vendor yang terbilang sangat produktif, dalam memproduksi perangkat-perangkat terbarunya. Dalam setahun, vendor yang berasal dari Tiongkok ini rata-rata bisa menelurkan dua hingga tiga perangkat terbarunya.

Distributor resmi dinilai sangat lambat dalam membawa seri ponsel Xiaomi yang menghadirkan kualitas lebih baik. Di Indonesia sendiri, Xiaomi mempercayakan Erajaya sebagai distributor resmi produknya. Akibatnya, distributor non-remi mengambil peluang dengan membawa ragam tipe smartphone dengan garansi non-resmi atau BM (black market) secara ilegal masuk ke Indonesia.

Hal tersebut memang menjadi ladang yang menggiurkan untuk berbisnis. Pasalnya, konsumen Indonesia telah banyak yang menantikan produk-produk terbaru Xiaomi, dan banyak juga yang tidak bisa membedakan antara produk garansi resmi dengan garansi distributor.

Ramainya barang-barang black market ini tentu saja merugikan negara karena distributor gelap tidak membayar pajak kepada pemerintah. Untuk itulah, sekitar minggu yang lalu, pihak berwajib berhasil menyiduk sekitar 10.000 unit smartphone ilegal dengan brand Xiaomi dan Apple di Jakarta. Baca juga Xiaomi BM Laris Manis Walau Dikejar Petugas dan Smartphone Black Market Tetap Banyak Beredar

Top