Waduh, Smartphone Bikin Tumor?

Simpang Siur Dampak Radiasi Smartphone – Berbicara dampak teknologi tentunya bukan hal yang baru di era saat ini. Bisa dikatakan, dampak yang dibahas sudah merampbah ke berbagai lini. Mulai dari teknologi itu sendiri, ekonomi, hukum, bahkan hingga aspek kesehatan. Bisa jadi, hal ini terjadi lantaran perkembangan teknologi di abad ini merupakan suatu perkembangan yang sangat luar biasa. Perkembangan tersebutbisa dibilang mampu memengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia di era modern ini.

waduh-smartphone-bikin-tumor

Berbicara teknologi komunikasi, pusat perbincangan pasti akan mencapai pada komunikasi mobile yang saat ini terpusat pada ponsel. Semakin canggihnya era digital, memang menjadi pusat perkembangan telepon pintar. Sayangnya, perbincangan menegnai dampak buruk telepon mobile dari zaman ponsel batangan hingga kemunculan layar sentuh masih saja menuai perdebatan. Perdebatan ini berfokos pada perbincangan apakah ponsel dapat berpengaruh negatif pada manusia.

Sebagai produk yang menghasilkan radiasi tertentu, tentu akan menimbulkan pengaruh pada manusia. Namun, pengaruh negatif yang dihasilkan hingga kemarin masih menjadi perdebatan para ilmuan. Lain lagi ceritanya hari ini. Dilansir dari Okezone (30/5/2016), National Taxicology Program berhasil mengungkap dampak buruk yang dihasilkan telepon pintar.

Penelitian tersebut menggunakan tikus sebagai objek eksperimen yang dipaparkan dengan radiasi ponsel. Ponsel yang dimaksud merupakan ponsel yang bergerak pada jaringan GSM dan CDMA di kisaran 900 MHz untuk tikus besar dan 1.900 MHz untuk tikus yang kecil. Frekuensi ini merupakan frekuensi yang digunakan oleh ponsel pada umumnya termasuk telepon pintar.

Hasilnya? Dari 540 tikus yang dipaparkan radiasi ponsel lebih dari 18 jam sehari, didapati 11 ekor mengalami tumor ganas. Sedangkan 19 dari 540 tikus tersebut mengidap tumor jantung yang serta adanya perkembangan tumor pada saraf akustik. Untuk memvalidasi hasil tersebut, eksperimen yang sama dilakukan dengan meniadakan radiasi tersebut. Tentu, hasilnya tidak ada tikus yang mengalami nasib yang serupa.

Sayangnya, penelitian ini belum diamini oleh pakar lainnya. Sebagai sebuah eksperimen sangat mungkin ditemukan adanya error in sampling. Apalagi, dengan objek percobaan yang menggunakan tikus maka kesimpulan akibat yang sama pada manusia tentu secara ilmiah belum dapat dibuktikan. Hanya saja, tentu setiap pengguna harus menyadari bahwa penggunaan yang terlalu banyak atas produk apapun tidak pernah selalu berujung baik. Baca juga Penggunaan Smartphone Berlebihan Bisa Menyebabkan Efek Jahat dan Pancaran Sinar Biru Gadget, Merusak Mata.

Top