Upgrade Windows 10 Bikin Rugi?

Upgrade Windows 10 Disinyalir Merepotkan Pengguna – Salah satu sistem operasi PC yang banyak digunakan di dunia tentu disandang oleh pemilik logo Jendela, Microsoft Windows. Sebagai salah satu market leader, tugas yang tak pernah bisa lepas darinya adalah menerbitkan versi terbaru dan terbaik untuk para konsumennya. Hal ini direalisasikan oleh Microsoft melalui perilisan Windows 10 yang digadang-gadang merupakan versi terakhir keluarga Windows.

upgrade windows 10 bikin rugi

Sebagai versi terakhir, Microsoft malah menerapkan sistem upgrade gratis untuk pengguna Windows Vista, 7, 8, dan 8.1 yang merupakan versi terdahulunya dengan spesifikasi sepadan. Bisa dibilang, strategi market yang digunakan mampu menggaet pengguna beralih hati ke OS terbaru tersebut dalam waktu singkat. Walaupun memang bisa dibilang bahwa taktik ini mencurigakan lantaran selama ini Microsoft sangat ketat menjaga harga pasarnya, namun yang jelas pengguna Windows lawas punya alternatif yang lebih baik ketimbang harus beralih ke OS sebelah.

Sayangnya, bukan berarti taktik menguntungkan konsumen ini benar-benar menguntungkan. Pasalnya, upgrade yang ditawarkan tersebut dikatakan bersifat mandatory atau sulit untuk ditolak. Sebagaimana dilansir via Okezone (30/5/2016), seorang pekerja di Cina mengaku telah kehilangan kesepakatan senilai 3 juta Yuan atau sekitar 6 Miliar Rupiah. Gara-garanya jelas, fitur upgrade mandatory yang ditawarkan oleh Windows.

Pekerja ini menyatakan bahwa dirinya mengabaikan pesan untuk upgrade yang sebelumnya ditawarkan oleh Windows melalui pop-up di taskbar terkait. Asumsi mengabaikan penawaran upgrade diartikan sebagai tidak menerima upgrade, nyatanya Windows menerapkan pengabaian untuk mengikuti jadwal upgrade yang mereka buat sendiri. Alhasil, pekerja tersebut gagal mengadakan kerjasama komersial dengan kliennya lantaran Windows 10 upgrade pada waktu yang sangat tidak tepat.

Pekerja tersebut mengeluhkan bahwa searusnya dengan mengabaikan pesan tersebut, tidak kemudian otomatis menyetujui apa yang akan dilakuakn Windows terhadap kehidupan operating system yang sudah ada. Perilaku tersebut dianggap sebagai penyalah gunaan posisi dominan Windows terhadap pengguna. Tentu, adanya upgrade tersebut walaupun gratis namun tetap memiliki sisi komersiil tertentu yang bisa saja pengguna lama tidak serta merta menyetujuinya.

Apa yang dirasakan oleh pekerja di China tersebut dapat dipahami lantaran tentu sangat menyebalkan membaca don’t shutting down your PC dalam waktu lama padahal klien sudah menunggu di depan mata untuk disajikan data presentasi kerjasama tertentu. Baca juga Blade Box Hadirkan Konsol Game dengan Sistem Windows 10 dan Microsoft Tetap Berkomitmen Dengan Windows 10.

Top