Di China Facebook Adalah Makanan

Facebook Menangkan Sengketa dengan Produsen Pangan – Gugatan mengenai hak kekayaan intelektual di era teknologi informasi ini bisa dibilang menarik untuk diperhatikan. Pasalnya setelah Perjanjian Internasional TRIPS bisa dibilang diterima oleh sebagian besar pemerintah di dunia, membuat komersialisasi kekayaan intelektual semakin menjadi-jadi. Dampaknya sudah jelas, hal-hal yang merugikan termasuk penjiplakan kudu ditebang habis.

di china facebook adalah makanan

Lucunya, perusahaan sekelas Facebook-pun tidak lepas dari tuduhan pencatutan tersebut. Logikanya jelas, perusahaan besar lebih berhati-hati dalam memilih lini bisnisnya. Ketimbang mencatut kekyaan intelektual yang bisa menghambat di tengah jalan, lebih baik membuat sendiri sedari awal. Namun logika ini tak boleh ditelan mentah-mentah. Lantaran tak sedikit perusahaan besar yang akhirnya memang diputuskan tidak lagi berhak atas brandingnya sebagaimana Apple atas iPhone-nya beberapa waktu lalu. Untuk itu, diperlukan suatu pembuktian di persidangan untuk melihat fakta-fakta yang senyatanya terjadi.

Kasus Facebook mungkin terbilang cukup mengagetkan. Lantaran, lawan sengketanya kali ini bukan jejaring sosial ataupun perusahaan dengan bau-bau teknologi. Dikabarkan melalui Okezone (12/5/2016), lawan Facebook kali ini adalah perusahaan produsen pangan dan minuman. Perusahaan ini bernama Zhujiang yang berkantor di Zhongshan, Pearl River. Sebagai perusahaan lokal, perusahaan ini telah mendaftarkan produknya di dewan Trademark Review dan Adjudication otoritas China dnegan nama Face book pada tahun 2014 silam.

Alih-alih, nama terseubt didapatkan dari penerjemahan idiom berbahasa Cina ‘lian shu’ yang merupakan kesenian dari budaya setempat. Kesenian ini merupakan kesenian dengan praktik opera tradisional yang menampilkan topeng. Dilansir dari sumber yang sama, Marketing Manager Zhujiang, Liu Hongqun, menyatakan bahwa Topeng yang digunakan tersebut bertujuan untuk menggambarkan tokoh sejarah pada kegiatan opera di Cina.

Alhasil, karena perusahaan tersebut tidak ada hubungannya dengan Facebook versi Amerika Serikat, tentu saja membuat Fecbook tidak terima dan melayangkan gugatan di pengadilan setempat. Walaupun gugatan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Facebook, Zhujiang tetap tidak memahami konsepnya. Pasalnya, apabila memang nama tersebut ilegal untuk digunakan oleh orang lain, seharusnya tanda pendaftaran dari otoritas setempat juga tak mungkin didapatkan.

Selain  itu, Facebook juga pernah mengalami pemblokiran di Cina pada tahun 2009. Artinya secara lokal, merek Facebook tidak ada di Cina. Walaupun demikian, hakim berpendapat bahwa kendati Facebook pernah mengalami masa vakum, namun kipraknya untuk dikenal di masyarakat Cina tidak mengalami kevakuman sama sekali. Hal ini yang menyebabkan Facebook menang dalam sengketa ini. Baca juga Facebook Tingkatkan Keamanan Dengan Fitur Pendeteksi Akun Palsu dan Facebook Lebih Populer Melalui Fitur Like.

Top