Curang! Telkom Indonesia Diam-diam Selundupkan Iklan di Website

Iklan Liar Telkom Indonesia Muncul Tanpa Sepengetahuan Pemilik Website – Seperti yang sering kita jumpai, bahwa sejak tahun 2014 lalu telah dihebohkan oleh beredarnya praktek Intrusive Advertising atau iklan liar yang muncul di website secara tiba-tiba. Rupanya, hingga saat ini masih adanya indikasi bahwa praktek tersebut masih dilakukan oleh para operator. Informasi ini seperti diungkap oleh postingan dari salah satu pengguna Medium.com bernama Raymond Reddington yang dirangkum melalui Okezone, Kamis (26/05/2016).

iklan liar telkom indonesia muncul tanpa sepengetahuan pemilik website

Dalam postingan tersebut, diungkapkan bahwa Telkom Indonesia dima-diam telah memasukkan javascript yang memungkinkan bagi website untuk menampilkan iklan pada bagian atas halaman. Hal tersebut tentu dilakukan tanpa sepengetahuan sang pemilik website.

“Praktek curang ini telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa tindakan dari pemerintah,” Tulis Raymond.

Jika hal tersebut benar-benar dilakukan, itu artinya Telkom Indonesia telah melakukan tindakan ilegal.

Menurutnya, perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia ini secara rahasia menginjeksi iklan pada setiap halaman website non-secure (http) yang dilihat oleh pelanggan mereka.

Raymond sendiri menjelaskan, bahwa Telkom Indonesia telah mengendus lalu lintas antara browser dan SO lalu menginjeksikan kode javascript ke dalam halaman SO yang saat itu tengah berada di perjalanan menuju browser pengguna. Bila script telah dimuat ke browser pengguna, maka akan ada pemberitahuan ke ‘ad server’ Telkom untuk mendapatkan iklan.

Nah, kehadiran dari iklan tersebut misalnya saja satu iklan yang masuk maka nantinya akan membuat akses menjadi melakukan proses untuk banyak aset yang dibutuhkan agar iklan dapat tampil pada halaman pengguna. Sehingga, tak heran jika halaman yang dilihat oleh pengguna menjadi lebih berat hingga 125KB dan tentu membuat proses menjadi lebih lambat.

Hal tersebut tentu akan menimbulkan kerugian pada pengguna yang menggunakan koneksi berbasis waktu atau volume (time volume bassed). Untuk melakukan akses yang lebih lama, tentu pengguna harus membayar ekstra untuk kuota data dan hal itu tidaklah gratis.

Hingga saat ini masih belum ada tanggapan dari pihak Telkom Indonesia. Perusahaan telekomunikasi terbesar itu belum mengiyakan ataupun menyangkal atas tuduhan tersebut. Baca juga Terkait Keluhan Pelanggan IndiHome, YLKI Tegur Telkom  dan Netflix Beri Tanggapan Usai Diblokir Oleh Telkom Indonesia

Top