Awas, iPhone Di Cina Bukan Smartphone

iPhone Di Cina Bukan Lagi Telepon Pintar – Merek adalah suatu hal yang unik untuk dimiliki suatu produk. Pasalnya, dengan menggunakan sautu merek tertentu yang sudah terkenal, tanpa melihat barangnya-pun konsumen sudah mampu membayangkan kualitas dari merek tersebut. Maka tak heran untuk urusan merek selalu menjadi perebutan tersendiri. Bahkan, perebutan tersebut biasanya digunakan sebagai ‘domplengan’ perusahaan baru agar lebih cepat dalam memasarkan produknya.

awas-jangan-beli-iphone-di-cina

Itu semua dalam kondisi umum. Beda lagi dengan kondisi di Cina. Negara Tirai Bambu ini mampu membuat perusahaan kelas kakap Apple menjadi pihak yang bersalah lantaran dituduh mencatut branding iPhone, sebagaimana dilansir via Okezone (7/5/2016). Tentunya, tuduhan ini sudah melewati sebuah serangakaian tahapan di pengadilan. Sehingga secara teknis, Apple sudah bukan dituduh lagi melainkan sudah terbukti tidak memiliki hak atas branding iPhone yang menjadi tonggak bisnisnya tersebut.

Jika ditanya sejarah, hal ini terjadi lantaran Apple bisa dikatakan telat dalam melakukan pendaftaran merek iPhone tersebut. Pasalnya, pada tahun 2007 perusahaan lain mendaftarkan merek iPhone di Cina yang bertepatan dengan peluncuran iPhone di Amerika Serikat. Tentu secara teknis, merek iPhone menjadi hak dari perusahaan itu di Cina. Sayangnya, perusahaan yang berebut merek iPhone tersebut bukan perusahan ponsel pintar, melainkan perusahaan sarung handphone yang terbuat dari kulit.

Artinya, secara teknis apabila berkaca pada keadaan tersebut, apabila konsumen menyatakan ingin produk iPhone, bukan tidak salah apabila seller mengeluarkan stock ssarung handphone yang terbuat dari kulit tersebut. Alhasil, apabila dilakukan jual beli online dari Cina, butuh verifikasi ulan tentang produk dengan branding tersebut apakah benar-benar telepon pintar atau bukan.

Secara teknis, sebenarnya Apple memiliki hak untuk mengklaim mereknya tersebut kendati belum didaftarkan di Cina. Hanya saja, persyaratannya cukup sulit. Pasalnya Apple kudu membuktikan bahwa branding iPhone telah didaftarkan di negara lain dan telah dipasarkan sehingga benar-beanr terkenal dan melekat di benak masyarakat sebelum branding iPhone di klaim oleh pihak lain. Demikian berdasarkan perjanjian internasional yang mengatur tentang hak kekayaan intelektual.

Sayangnya, Apple dalam kasus ini tidak mampu melakukan hal tersebut. Kekalahan Apple sebenarnya bisa dibilang sepele. Pasalnya, Apple tidak mampu membuktikan bahwa branding iPhone terkenal milik Apple tersebut sudah dipasarkan sebelumnya secara meluas sebelum iPhone kulit tersebut didaftarkan pada ottoritas Cina. Baca juga OnePlus 3 Akan Dihadirkan dalam Dua Varian dan Lebih Bagus Mana Antara Google Chrome dan Internet Explorer?.

Top