Wow! Google Ciptakan Mata Cyborg Buat Manusia

Google Ciptakan Mata Cyborg Untuk Membantu Penyandang Tunanetra – Di era yang saat ini serba canggih, semua hal yang sebelumnya seperti tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Kecanggihan teknologi yang didukung oleh kecerdasan otak manusia telah berhasil mewujudkan perangkat-perangkat digital yang akan memudahkan urusan manusia. Seperti kita ketahui, perusahaan sepert Apple, Google dan lainnya, adalah contoh dari perusahaan yang tahun ke tahun selalu mengupayakan untuk menghasilkan teknologi terbaru yang bermanfaat bagi manusia.

google ciptakan mata cyborg untuk membantu penyandang tuna netra

Kali ini, untuk proyek berikutnya Google memiliki misi untuk membantu mereka para penyandang tunanetra agar dapat melihat, sehingga dalam proses belajarpun akan lebih mudah. Oleh karena itu, perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ini membuat prototipe mata cyborg untuk manusia. Bagaimana konsepnya?

Masih belum dijelaskan secara detail, karena hal ini masih berupa perencanaan dan menunggu proses paten. Google diketahui telah mengajukan hak paten untuk mengganti mata natural manusia dengan lensa implan elektronik. Nantinya, jika memang terealisasi, maka teknologi ini akan bisa memperbaiki pandangan mata manusia yang sudah mulai berkurang karena faktor usia.

Masih dalam penantian proses paten, jika nanti paten tersebut telah didapatkan maka Google akan melakukan pengeboran di lubang mata penyandang tunanetra untuk melakukan getaran ultrasonik. Jika lubang sudah terbuat, dokter akan menanamkan lensa elektronik di dalamnya.

Hasilnya? jika lensa elektronik tersebut akan dapat memberikan fokus yang tepat untuk pengelihatan yang normal serta memperbaiki pengelihatan penderita rabun. Jika pasien telah menggunakan lensa elektronik, maka ia tak perlu lagi menggunakan lensa kontak sebagai alat bantu pengelihatan.

Lensa elektronik ini akan bekerja secara nirkabel dan dapat mengirimkan data ke smartphone, tablet atau laptop yang telah memiliki koneksi internet. Perangkat tersebut kemudian akan bisa menyampaikan data ke kantor dokter mata atau klinik, sehingga mereka akan bisa memantau bagaimana kondisi mata pasien secara berkala.

Informasi tersebut diungkapkan oleh Discover Megazine yang dilansir dari halaman Okezone, Sabtu (30/04/2016).

Jika nantinya benar-benar terwujud, maka penyandang tunanetra akan memiliki kesempatan untuk dapat melihat. Baca juga Tilt Brush, Aplikasi Terbaru Besutan Google Untuk Menggambar di VR dan Google Rilis Fitur Goals Bantu Pengguna Capai Target Aktivitas

Top