Whatsapp Aman, Tapi Bukan Anti Peretasan

Enkripsi Terbaru Whatsapp Tidak 100% Aman – Setalah baru-baru ini mengumumkan tentnag kemampuannya dalam mengenkripsi pesan pengguna, nyatanya masih yang mempertanyakan keamanan instant messenger yang telah dibeli oleh Facebook ini. Secara konsep, memang whatsapp diakui sebagai IM yang cepat dan fleksibel menghadapi berbagai macam kebutuhan mulai dari chat, telepon, kirim gambar, kirim file, hingga berkirim lokasi pengguna ke lawan bicaranya.  Dengan teknologi enkripsi yang baru ini, diharapkan segala bentuk komunikasi yang dialakukan tersebut hanya dapat dibaca oleh melalui telepon lawan bicaranya saja.

whatsapp-aman-tapi-bukan-anti-peretasan

Teknik end-to-end user encryption memang menjadi pilihan Whatsapp untuk menerapkan metode enkripsi. Metode ini memang membarikan kode khusus di setiap pengiriman yang hanya dapat dipecahkan oleh ponsel lawan bicara penggunanya saja. Artinya, secara umum, kendati pesan yang kita sampaikan disadap, pesan tersebut hanya terbaca sebatas kode-kode yang tidak memiliki arti tertentu. Namun sayangnya, hal ini masih saja diragukan dalam ranah komunikasi tingkat tinggi.

Dilansir dari Okezone (8/4/2016),  Pratama D Persadha selaku Chairman & Founder CISSReC memperingatkan untuk tidak menggunakan whatsapp sebagai tonggak komunikasi strategis-rahasia di pemerintahan. Termasuk pula di dalamnya Polri, TNI BUMN, serta BUMD. Alasannya, tidak ada informasi terkait dengan lokasi penempatan server whatsapp sebagai ‘router’ antar pengguna. Dengan demikian, diperlukan suatu pengujian khusus untuk mengetahui sampai sejauh mana level enkripsi Whatsapp dikatakan aman.

Lebih lanjut, menurut sumber yang sama, dengan dibelinya Whatsapp oleh Facebook berakibat ketentuan hukum yang mengikat Facebook akan mengikat Whatsapp. Payahnya, ketentuan hukum di Amerika melarang adanya penjualan produk dengan basis enkripsi yang tidak mampu dipecahkan oleh pemerintah Amerika. Artinya secara sederhana, teknologi enksripsi whatsapp tersebut seharusnya dimiliki kuncinya oleh pemerintah Amerika Serikat. Untuk itu, urusan komunikasi strategis lebih baik tetap menggunakan produksi Lemsaneg yang jelas alur pertanggungjawaban sandinya.

Bagaimana untuk user biasa? Secara umum kalau hanya sekedar untuk melindungi privacy saja sudah dapat dikatakan cukup. Karena memang untuk memecahkan data enkripsi butuh waktu dan sumber daya yang tidak sederhana, maka memang hal tersebut biasanya dikhususkan untuk petinggi-petinggi strategis sebagaimana pernah terjadi dibeberapa waktu yang lalu. Ibaratnya, tidak penting untuk melakukan decoding encription masyarakat biasa karena memang tidak ada sifatnya benar-benar rahasia. Memang mungkin masih terjadi peretasan ini untuk masyarakat biasa, tapi tentu motifnya akan sangat kuat bukan hanya sekedar kepo. Baca juga Whatsapp Menggunakan Metode Enkripsi dan Cara Membaca Pesan WhatsApp Tanpa Adanya Tanda Centang Biru.

 

Top