Ramalan Nama Baru Phablet Xiaomi

Xiaomi Merambah Dunia Phablet – Setelah sukses menggempur dunia smartphone, rasanya memang menjadi sautu kewajiban bagi Xiaomi untuk tidak pernah puas meraih kesuksesan. Betapa tidak varian Xiamoi Mi 5 manjadi bukti penting bahwa vendor asal China tidak akan kalah dengan vendor Korea. Bahkan sekelas Samsung sekalipun dengan tonggak Samsung Galaxy S7 Edge, masih dipaksa untuk bertekuk lutut dari segi performa pada produk Xiaomi tersebut. Hal ini dibuktikan tanpa bantahan melalui hasil benchmark yang dikeluarkan AnTuTu beberapa waktu yang lalu.

ramalan-nama-baru-phablet-xiaomi

Bisa dibilang, tinggal beberapa langkah lagi Xiaomi dapat menguasai pasar telepon pintar. Karena kalau dilihat dari segi kualitas produknya, toh sudah di atas Samsung. Artinya, Xiaomi perlu mainan baru untuk dilepas ke pasaran. Phablet menjadi pilihan Xiaomi untuk kesuksesan berikutnya. Dapat dibilang, urusan Phablet ini memang sudah lama berhembus. Betapa tidak, ukuran varian produk teranyar dari Xiaomi selalu semakin besar saja tiap rilisnya. Jadi sebenarnya bukan barang mengherankan Xiaomi menyasar kelas Phablet. Sepertinya hanya sekedar menegakkan diri saja, karena sebelumnya memang sudha terbukti sukses dengan kelas ponsel pintar berlayar besar.

Nah, strategi marketing Xiaomi kali ini cukup unik. Xiaomi membuka akun Weibo untuk mengetahui mminat pasar akan produknya. Dari sisi konsumen, Xiaomi hanya memberi perintah untuk melakukan voting nama terhadap produk barunya tersebut. Dari sisi Xiaomi, apapun nama Phabletnya nanti, yang jelas sudah ada gambaran minat pasar dari seluruh responden voting yang masuk. Memang tidak dapat menjadi gambaran sempurna, namun setidaknya Xiaomi sudah memiliki data awalan agal tidak mengalami kegagalan dalam sisi supply yang berlebihan daripada demand.

Nama-nama yang diajukan oleh Xiaomi tersebut sebenarnya secara sekilas tidak nampak bedanya. Sebutlah Xiaomi Max, Xiaomi Pro, Xiaomi Plus dan Xiaomi Big menjadi klausul penting dalam voting. Alhasil Xiaomi Big tetap menjadi yang utama daripada pesaingnya dengan 13.000 vote. Disusul Xiaomi Max yang sekitar 11.000-an. Melihat dari antusias itu, rasanya cocok juga apabila Xiaomi segera mempersiapkan produknya sekitar 25.000 unit untuk batch awal nanti.

Melihat strategi marketing Xiaomi yang dari awal unik, rasanya memang metode ini tidak lagi mengagetkan walaupun mengagumkan. Ceritanya, dulu pertama kali Xiaomi tidak mengusung adanya toko nyata. Penjualan pun dilakukan secara online dengan melalui importir tertentu. Alasnnya sederhana, memangkas biaya produksi dan untuk promosi melalui jejaring sosial. Hasilnya? Xiaomi laris dipasaran dengan harga yang jauh lebih murah daripada pesaingnya. Tunggu saja kehadiran Phablet Xiaomi ini apakah akan mendulang kesuksesan serupa. Baca juga Harga Xiaomi Mi Note 2 dan Spesifikasi dan Dulu Dipandang Sebelah Mata, Xiamoi Mi 5 Mampu Mendongkrak Kepercayaan.

Top