Qualcomm Klaim Q.C 3.0 dan USB-C Aman

Perkawinan Quick Charge 3.0 dan USB C Diklaim Aman – Pasca munculnya Android di pasaran ternyata menimbulkan dampak ketagihan gadget semakin parah. Tentunya hal ini tidak terlepas dari jutaan fitur yang ditawarkan secara berlimpah ruah oleh seluruh ponsel pintar di dunia. Bahkan bisa dibilang, ponsel pintar termurah sekalipun pada dasarnya sudah asik untuk dimainkan. Fenomena ini memang memiliki dampak negatif tersendiri, baterai yang cepat habis.

qualcomm-klaim-q-c-3-0-dan-usb-c-aman

Wajar memang, pasalnya semua benda yang menggunakan baterai akan cepat habis seiring dengan penggunaannya yang semakin ‘kasar’. Tak heran, banyak orang rela menghadap tembok hanya demi mengisi tenaga gadget kesayangannya. Singkatnya, teknologi putar otak yang disusung oleh beberapa vendor adalah membuat powerbank. Namun nampaknya, powerbank tersebut juga tidak praktis. Katakanlah telepon pintar sudah sebesar batu bata, ditambah dengan powerbank yang sebesar batu bata, lengkap sudahlah penderitaan pemilik telepon pintar.

Akal-akalan jangka panjang vendor teknologi tentunya membuat ponsel pintar yang cepat melakukan isi ulang. Walau secara teori merupakan suatu yang berbahaya, namun anmpaknya bahaya merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang menyengangkan. Pasalnya, baterai tercanggih dan terawet di masa ini adalah lithium-ion yang sebenarnya bisa meledak kapan saja apabila tidak dirawat dengan baik. Tah heran banyak berita ledakan baterai yang dimaksud.

Salah satu pembuat quick-charger adalah Qualcomm dengan teknologi 3.0. Menurut informasi, Quick charge ini akan menembak dengan power range 5v-20v yang disesuaikan dengan kebutuhan ponsel. Secara teori, tembakan voltage yang tinggi memang menciptakan suasana baterai yang cepat terisi skaligus panas dan kemungkinan baterai bocor atau meledak lebih besar. Namun, teknologi ini diklaim aman oleh si empunya.

Masalahnya, penggunaan power socket ponsel pintar terbaru sudah mulai menggunakan USB tipe C. USB ini menawarkan serangkain kompleksitas dekoding paralel daripada tipe A dan tipe B. Dari amufacture mengklaim bahwa versi ini tidak mampu menahan fluktuasi voltage sebagaimana yang digunakan dalam fitur Quick-Charge besutan Qualcomm tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Qualcomm masih menyatakan hal tersebut aman untuk dipadukan. Pasalnya, hingga saat ini belum ada laporan negatif pengawinan dua fitur ini. Jadi tidak akan meledak sebagaimana dilansir dari Okezone (25/4/2016). Apakah kawan Begawei berani mencobanya? Tetap gunakan dengan pengawasan tinggi ya. Lebih baik ribet daripada menyesal dikemudian hari. Baca juga Qualcomm Incar Pasar Drone Ringan Sebagai Fokus Pasar Selanjutnya dan Qualcomm Luncurkan Seri Chipset Snapdragon 625, 435 dan 425.

Top