Penjualan BB Menurun, Malah Update BBM

Penambahan Fitur BBM – Senin, 4 April 2016 kemarin menjadi hari penting untuk BBM alias Blackberry Messenger. Aplikasi chatting yang dibesut oleh Vendor Berry Hitam ini memberikan update pada pengguna setianya dengan menawarkan fitur-fitur baru di dalamnya. Pasca dirilisnya aplikasi ini untuk handset non Blacberry, nampaknya BBM mulai lebih user-friendly ketimbang mempertahankan eksklusivitas semu yang dulu digadang-gadang pengguna BB dari berbagai kalangan. Lucunya, rilisnya aplikasi BBM ini seakan melupakan sejenak angka penjualan Hardware Blackberry yang mengenaskan.

penjualan-bb-menurun-malah-update-bbm

Menurut Senior VP BBM di BlackBerry, Matthew Talbot menyatakan pembaruan terbaru ini tak tertandingi untuk menjaga privasi yang dari dulu memang menjadi fokus dari Blackberry. Selain itu ada peningkatan tentang kontrol bagi pengguna BBM, plus hal yang standar pada update software berfungsi sebagai penyegaran pada tampilan alias ganti suasana. Itu semua masih digadang-gadangkan dalam lingkup free akses, alias gratis. Terang saja, untuk tataran hari ini, hanya orang-orang tertentu saja yang mau menggunakan layanan jasa chatting berbayar.

Detil fitur baru ini rasanya agak menyenangkan. Pertama, terdapat fitur ‘tidak jadi kirim’. Fitur ini akan menghapus pesan yang diterima oleh lawan chatting dalam hal pengirim chatting merasa salah berkata-kata atau mengirimkan foto. Tentunya, fitur ini sangat cocok untuk sebagian orang dengan jempol yang terlalu cepat mengetik chat. Selain itu terdapat fitur timer. Fitur yang mirip dengan private chat di Line ini, akan memberikan jangka waktu berapa lama pesan tersebut dapat dilihat oleh lawan chattingnya. Khusu pengguna Android, akan diberikan fitur forward pesan dan ditambah pula kemampuan untuk menonaktifkan notifikasi untuk multi-person chat yang sering mengganggu pengguna BBM ini.

Hal yang lumayan segar adalah adanya kemampuan untuk sharing video, ayng sebelumnya tidak dimungkinkan melalui aplikasi chatting yang satu ini. Hanya saja untuk meraih fitur ini, pengguna wajib menggunakan versi Android OS terbaru alias Android M. Rasa-rasanya eknapa jadi kembali eksklusif untuk golongan premium ya.

Dengan hancurnya angka penjualan Blackberry Priv, rasanya pecinta vendor dengan nama buah ini perlu curiga dengan strategi mereka selanjutnya terkait dengan Blackberry Messenger ini. Mungkin saja, kedepan Blackberry akan segera mengibarkan bendera putih dan berfokus pada aplikasi BBM saja. Tentunya, hal ini juga agak menakutkan, karena persaingan dunia instant messenger tidak lebih ramah daripada pabrik-pabrik telepon pintar. Sebut saja, Whatsapp oleh Facebook dan Line sudah siap menghadang di depan BBM. Baca juga Setelah India, Sekarang Internet.org Bermasalah Di Mesir dan Sistem Operasi Linux Luncurkan Apricity OS Dengan Tampilan Cantik.

Top