Oppo dan Vivo Salip Xiaomi

Persaingan Panas Vendor Tiongkok – Ditengah pemberitaan turunnya angka penjualan Apple ternyata dialami juga oleh produsen asal Tiongkok. Dikabarkan, Xiaomi dan Lenovo sedang bersusah payah melawan pendatang baru Oppo dan Vivo. Kabar ini sekaligus menjadi bukti bahwa dalam pasaran dunia gadget, tak ada namanya yang abadi. Karena pemain lama, masih saja bisa didepak oleh pendatang baru ‘kemarin sore’.

oppo dan vivo salip xiaomi

Dilansir dari Okezone (29/4/2016), dulu Xiaomi berada pada posisi 5 penjualan ponsel dunia. Di atasnya terdapat Lenovo yang memang sudah bermain cukup lama dalam dunia teknologi. Sekarang Lenovo di peringkat 4 didepak terjun bebas di bawah urutan Oppo dan Vivo yang diikuti oleh Xiaomi. Artinya Oppo sekarang berada di peringkat 4 sedangkan Vivo berada di peringkat 5. Anomali ini tergolong cukup menggelitik karena memang Oppo dan Vivo termasuk pemain baru yang mampu menyuguhkan ponsel-ponsel kelas premium.

Menurut sumber yang sama, perusahaan peneliti pasar internasional, IDC, merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam merilis daftar smartphone yang memiliki angka penjualan tertinggi selama kuartal pertama 2016 tersebut. Artinya perhitungannya bukan merupakan hal yang main-main.

Melisa Chau selaku perwakilan IDC menyatakan keuntungan Lenovo dari harga penjualan rata-rata (ASP) di bawah USD150 di 2013 dan Xiaomi dengan harga penjualan rata-rata di bawah USD200 di 2014 dan 2015. Beda ceritanya lagi dengan Oppo dan Vivo. Oppo dan Vivo yang saat ini berada pada angka keuntungan penjualan tinggi pada level USD250. Tentu saja, melihat dari angka tersebut, bisa dibilang pautannya lumayan jauh.

Lantas siapa 3 besar di posisi bertahan? Rupanya trio Samsung, Apple dan Huawei masih bahagia saja nemplok di papan atas. Sebagaimana dapat diperkirakan, Samsung masih berada di posisi atas yang sebenarnya dulu sempat diragukan karena kudu melawan perusahaan asal Amerika Serikat. Walau dikemudian hari, Apple terpaksa mengakui kegaharan Samsung di pasaran telepon pintar. Itupun perlu beberapa kali jegal menjegal dalam bidang hukum lantaran disinyalir pelanggaran kekayaan intelektual.

Beda cerita dengan Huawei. Bisa dibilang walaupun berada di nomor ketiga, branding satu ini sellau bermain pelan tapi pasti. Buktinya, selain menggarap pasar telepon pintar Huawei memang sudah piawai dalam urusan teknologi informasi. Jadi memang dirasa pantas utnuk menyabet posisi ketiga yang lebih aman ketimbang dijatuhkan dari top market leader. Baca juga Persatuan Vendor Besar Dunia dan Microsoft-Google Akan Cabut Segala Tuntutan, Keduanya Berdamai.

Top