Nokia Mandek Jualan Ponsel

Nokia Banting Stir ke VR – Kejayaan Nokia untuk pasaran telepon genggam nampaknya sudah mendekati titik akhir. Pasca kekalahannya menyambut gayung dunia telepon pintar, pertahanannya terhadap urusan kualitas yang baik rupanya tidak mampu membuat produknya terjual dengan laris manis. Dunia memang sudah berubah. Konsumen lebih cenderung suka dengan ponsel baru, daripada ponsel yang tahan lama.

nokia mandek jualan ponsel

Namun memang, sejatuh apapun sebuah perusahaan, tidak dapat dibilang berakhir kecuali perusahaan tersebut yang menyatakannya sendiri. Sayangnya, setelah bersusah payah menggenjot bahkan hingga perlu ditaklukkan oleh Microsoft, Nokia akhirnya menyatakan diri untuk menyerah di pasaran telepon seluler sebagaimana dilansir dari Liputan 6 (29/4/2016). Pernyataan ini terbilang sungguh mengejutkan. Pasalnya, asumsi dasar Microsoft mencaplok Nokia adalah untuk menjadi basis produksinya. Dengan pernyataan ini, agaknya asumsi tersebut perlu diluruskan.

Dilansir dari sumber yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Nokia Technologies, Ramzi Haidamus menaytakan bahwa Nokia telah menutup Chapter tersebut. Namun apabila ada vendor lain yang menginginkan membuat ponsel atas nama Nokia, masih diperbolehkan dengan sistem lisensi. Pernyataan tersebut menjadi titik terang beberapa ponsel Microsoft masih menggandeng nama Nokia. Di sisi lain, artinya untuk ke depan, harapan built-quality ponsle batu perlu dicurigai tidak sekokoh yang dulu.

Lantas bagaimana Nokia akan hidup jika hanya menggantungkan lisensi produk? Saat ini Nokia sedang sibuk membangun kerjasama dengan Disney. Kerjasama tersebut dalam bidang Virtual Reality. hampir dapat dipastikan, Nokia akan memfokuskan diri untuk menjadi leader dalam bidnag Virtual Reality bersama Disney yang memang sudah ahli dalam bidang animasi tiga dimensi. Disinyalir, Nokia akan mendukung dari sisi hardwarenya untuk melakukan perekaman dunia nyata sebagai bahan dijadikan dunia virtual.

Hanya saja, mimpi ini termasuk mimpi jangka panjang. Karena Nokia sendiri mengakui bahwa pasar VR belum terlalu besar untuk digarap. Apabila melihat tanggapannya tersebut, rasanya Nokia akan kebobolan lagi untuk kedua kalinya. Pasalnya, vendor-vendor lain sedang bersusah payah untuk membangun pasar VR. Agaknya menjadi hal yang terlambat bagi Nokia utnuk merilis produk apabila VR sudah kadung mendunia.

Sebagai informasi, teknologi Virtual Reality merupakan teknologi yang membawa konsep dunia maya untuk dapat berjalan sebagaimana dunia aslinya. Dunia virtual tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran nyata keadaan suatu tempat tertentu tanpa berada di tempat yang sesungguhnya. Baca juga Ikuti Jejak Samsung, Huawei Luncurkan Huawei VR dan Mode VR Bakal Hadir di Android N.

Top