Nokia A1, Awal Kebangkitan Nokia

Nokia Setelah Sekian Lama Tidak Terlihat Taringnya – Perusahaan Gadget Finlandia, Nokia, yang dari dulu hingga sekarang hanya berfokus pada penjualan telepon genggam mulai ingin mengembalikan sejarah. Dulu, Vendor yang satu ini menjadi leader penjualan ponsel dunia. Walaupun varian yang dikenalkannya jarang-jarang dikatakan wah, namun masalah built-quality bisa dibilang tidak ada duanya. Sampai-sampai, ponsel yang diproduksi oleh Vendor yang satu ini disematkan predikat global yang walaupun tidak resmi sebagai ponsel yang lebih keras daripada batu. Maklumlah, zaman itu telepon genggam masing dibilang baru untuk menggantikan telepon kabel yang anti banting.

nokia-a1-awal-kebangkitan-nokia

Namun toh, masa keemasan Vendor dari Eropa ini berakhir. Entah apa kesalahan Nokia, yang jelas secara nyata penjualan mereka menurun hingga hengkang dari dunia penjualan telepon genggam. Hingga terakhir, terpaksa harus menerima uluran tangandari Microsoft sebagai pusat pengendali mereka. Akhirnya sejarah membuktikan, teknologi yang selalu baru lebih diminati pasar dibandingkan mempertahankan kualitas telepon genggam yang mampu bertahan lebih dari 10 tahun penggunaan. Apalagi, dengan munculnya sistem operasi Android yang memiliki sumber terbuka nampaknya menjadi titik penderitaan yang tidak terelakkan untuk Nokia.

Pasca diokupasi oleh Micorsoft, produksi telepon genggam Nokia bisa dibilang tetap berjalan walaupun tidak seganas tahun-tahun keemasannya. Lucunya, produk dengan branding Nokia X yang sempat heboh tersebut, menampakkan konsep setengah hati dalam pembuatannya dengan memaksakan penggabungan dua rasa Android-Windows. Akhirnya malah sebagian konsumen tetap memilih Nokia sebagai vendor kepercayaan khusus ponsel kelas ‘batu’ tadi.

Untuk mengatasi masalah minat pasar tersebut, dilansir dari okezone (4/4/2016), telah beredar hasil render produk baru Nokia dengan nama kode Nokia A1. Secara kasat mata, ponsel Nokia ini nantinya terlihat lebih lazim dengan balutan khas ponsel pintar masa kini. Disematkannya touchscreen dan kamera big size dengan LED Flash menjadi bukti Nokia telah menyerah dengan konsepnya sendiri dan mengikuti minat pasar. Namun, untuk memertahankan ciri khasnya, Nokia menyematkan Nokia Z Launcher sebagai GUI andalannya.

Kabarnya pula, Nokia terpaksa menggunakan Android OS karena Symbian OS yang dulu sangat terkenal dipakai pada produk Nokia memang sudah tidak memiliki minat pasar lagi. Chipsetnya sendiri akan menggunakan Qualcomm dengan seri Snapdragon 652 berlayar 5.5 inci. Untuk masalah rilis, kabarnya ponsel ini akan mulai proses shipping beberapa bulan lagi dalam tahun 2016 ini. Sayangnya, Nokia sendiri belum memberikan konfirmasi apapun terkait Nokia A1 ini. Mari kita tunggu saja sepak terjang vendor asal Eropa ini. Baca juga HTC Kembali Akan Meluncurkan HTC 10 Dengan 2 Varian dan Uji Test Kemampuan iPhone SE vs 5s.

Top