Lazada Diakuisisi E-Commerce Asal China, Alibaba

E-commerce Terbesar di China, Alibaba Rangkul Situs Belanja Online Lazada – Keberadaan  situs jual-beli online memang kini semakin menjamur di dunia. Hal itulah yang menimbulkan persaingan semakin ketat, sehingga banyak diantaranya melakukan berbagai strategi agar tak tersingkr dari persaingan. Terkait persaingan e-commerce, kini pelaku e-commerce terbesar asal China, Alibaba Group Holding, Ltd telah mengumumkan bahwa pihaknya telah resmi mengakuisisi saham mayoritas dari perusahaan situs belanja Lazada.

ecommerce-terbesar-di-china-alibaba-rangkul-situs-belanja-online-lazada

Langkah ini merupakan strategi e-commerce Alibaba untuk mengepakkan sayapnya lebih jauh lagi, tak hanya di China saja. Pasalnya, seperti diketahui sejauh ini situs belanja Lazada memang merupakan situs jual-beli paling populer di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan informasi Business Wire yang dirangkum melalui halaman Kompas Tekno, Rabu (13/04/2016), tertulis bahwa investasi ini terdiri dari penanaman equity capital baru sebesar 500 juta dollar AS dan akuisisi saham Lazada dari sejumlah pemegang saham lain.

Para pemegang saham lain ini termasuk Rocket Internet dan Kinnevik yang telah melepas semua sahamnya di Lazada ke Alibaba. Sebagai informasi, Tesco, yang merupakan operator supermarket asal Inggris juga masih memiliki saham sebesar 8,3 persen di Lazada.

Dari perhitungan yang telah dilakukan, secara keseluruhan nilai total investasi Alibaba di Lazada telah mencapai kisaran 1 miliar dollar AS. Rupanya, langkah Alibaba ini juga merupakan salah satu langkah untuk melakukan ekspansi ke Asia Tenggara.

Dalam kesempatannya, dari sumber yang sama diperoleh kutipan pengakuan dari Presiden Alibaba Michael Evans dalam pengakuan tertulis, “Dengan berinvestasi di Lazada, Alibaba memperoleh platform dengan basis konsumen yang besar dan terus tumbuh di luar China,” Ujarnya.

Selain itu, CEO Lazada Group, Max Bittner juga menegaskan bahwa untuk wilayah Asia Tenggara merupakan pangsa pasar yang menarik untuk operasional Lazada karena tersedia ruang yang luas untuk terus berkembang.

“Transaksi ini akan membantu kami mencapai tujuan produk-produk paling beragam dan unik bagi 560 juta konsumen di wilayah (Asia Tenggara),” Ujar Bittner.

Untuk informasi, Lazada sendiri merupakan situs jual-beli yang memiliki kantor pusat di Singapura dan didirikan oleh inkubator Jerman, Rocket Internet pada tahun 2011. Untuk wilayah jangkauannya, Lazada merambah pasar di negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, juga Vietnam. Baca juga Tanggapan Pihak Asosiasi Terhadap Gempuran E-Commerce Asing di Indonesia dan Bubu Awards Nobatkan Bukalapak Sebagai e-Commerce Terbaik

Top