Layanan Internet Gratis Diblokir Pemerintah

Setelah India, Sekarang Internet.org Bermasalah Di Mesir – Facebook, layanan yang awalnya menawarkan jejaring sosial tersebut beberapa tahun belakangan ini aktif untuk menyebarkan internet ke seluruh dunia. Entah bagaimana caranya, yang jelas facebook telah mampu memberikan layanan internet gratis melalui laman internet.org. Akses internet gratis ini biasanya menggandeng penyedia pelayanan jasa internet, yang kalau di Indonesia menggandeng Indosat Ooredoo sebagai partner tetapnya.

layanan-internet-gratis-diblokir-pemerintah

Dengan prinsip bahwa semua orang berhak untuk mengakses internet, Facebook mengajak pula beberapa website untuk masuk dalam lingkarannya. Hanya saja, hal ini dicurigai oleh sebagian orang punya modus-modus tertentu. Ujung-ujungnya seperti di India, layanan internet.org ini akhirnya diblokir sehingga tidak dapat diakses sama sekali melalui sleuruh IP Adress berkewarganegaraan India. Alasannya tidak bisa dibilang sederhana, internet.org dituduh mengacaukan prinsip Net Neutrality.

Net Neutrality sendiri adalah prinsip yang sederhananya berpegang pada keadilan dan kebebasan netizen untuk mengakses keseluruhan layanan yang tersedia di dunia maya dengan perlakuan sama. Artinya, tidak ada suatu pelayanan yang lebih istimewa dengan pelayanan yang lain dalam mengakses web tertentu. Walaupun hal ini memang masih menjadi perdebatan di kalangan intelektual dunia maya, tapi nyatanya India sudah mengambil keputusannya sendiri.

Beda lagi dengan cerita di Mesir. Pemerintah Mesir di kabarkan memblokir laman internet.org dengan alasan lain. Dilansir dari okezone (5/4/2016), terindikasi adanya penolakan dari Facebook terhadap permintaan otoritas Mesir untuk dapat memata-matai pengguna free basic. Sebagaimana diketahui, layanan internet.org memang mewajibkan penggunanya untuk mau sharing informasi (kontak, email, jenis kelamin, dll) tanpa disadari oleh penggunanya. Hal ini memang memungkinkan bagi siapa saja untuk meminta data tersebut kepada Facebook yang menguasainya. Namun demikian, dari otoritas Mesir sendiri tidak menyediakan informasi resmi akan hal tersebut.

Terlepas dari pro dan kontra terkait internet.org, agaknya pengguna terutama di Indonesia memang perlu waspada tentang internet gratis ini. Pasalnya, belum ada undang-undang yang jelas yang mengatur tentang perlindungan data privasi pengguna layanan internet. Kasarannya, semua pengguna internet di Indonesia rawan terkena stalking oleh web-web tidak bertanggung jawab. Khusus internet.org, hingga berita ini dimuat, Begawei telah menemukan adanya link resmi yang memandu pengguna untuk dapat menghapus data yang telah disimpan oleh Facebook. Jadi sebenarnya masih aman untuk digunakan asalkan penuh perhatian. Kecuali untuk pengguna yang cuek akan informasinya, rasanya dari awal menjadi tidak ada masalah. Namanya juga gratis. Baca juga Sistem Operasi Linux Luncurkan Apricity OS Dengan Tampilan Cantik dan iPhone SE Masih Menyematkan Beberapa Komponen Lama.

Top