Lagi, Apple Kebobolan

Jatuh Ditimpa, Apple Tertimpa Tangga Keamanan – Panasnya isu keamanan Apple semakin menjadi-jadi saja. Pasalnya, pasca hiruk pikuk Apple dengan FBI terkait keengganan Apple untuk proaktif dalam penegakan hukum yang melibatkan perangkatnya mampu menjadikan Apple sebagai bahan bulan-bulanan mengenai fitur keamanan yang dibenamkan pada ponselnya. Terang saja, dengan enggannya Apple untuk membuka kunci perangkat konsumennya, menjadikan FBI terpaksa menyewa pihak lain.

lagi-apple-kebobolan

Sayangnya pihak lain tersebut berhasil membobol iPhone 5c yang digunakan tersangka, alhasil keamnan iPhone untuk melindungi penggunanya menjadi pertanyaan besar konsumen dunia. Tentunya, hal ini bukan berarti menafikkan bahwa tindakan kejahatan adalah tetap kejahatan. Hanya saja, dengan terbobolnya iPhone menjadi titik harapan pasti bagi hacker bahwa seluruh data pengguna iPhone dapat pula dibobol dengan mudah.

Itupun terbukti dengan temuan bug pada iMessage yang ternyata tidak perlu programmer untuk membobolnya. Tentunya berita rencana pembobola iPhone 6 juga menjadi cobaan berat bagi Apple yang menawarkan fitur keamanan yang katanya ekstra tingkat tinggi. Seperti belum puas dan membuka luka lama, ternyata Apple memang masih meninggalkan jejak yang tidak begitu sempurna di masa lalu.

Pasalnya, salah satu aplikasi besutnnya, QuickTime Player disinyalir memiliki celah keamanan yang berbahaya. Dilansir dari Okezone (16/4/2016), QuickTime Player yang dimaksud adalah yang terkhusus pada versi Windows. Walaupun hingga saat ini, celah keamanan tersebut belum sempat digunakan oleh tangan jahil, sepertinya hal ini perlu menjadi perhatian serius untuk para penggunanya. Masalahnya, Apple sendiri disinyalir tidak akan memberikan update perbaikan untuk aplikasi tersebut. Sehingga hanya ada satu jalan untuk memperbaikinya, yaitu melakukan pencopotan pemasangan alias un-instal. Secara sumir, dapat dikatakan bahwa siapapun yang tidak ingin menjadi target penyerangan melalui aplikasi tersebut, silahkan saja tidak usah menggunakan aplikasi tersebut di komputer anda.

Rasanya, sebenarnya wajar saja apabila Apple enggan melakukan update terhadap aplikasi Quicktime Player-nya tersebut. Pasalnya, aplikasi tersebut memang tergolong lawas dan setiap software punya jangka waktu pemeliharaan-nya sendiri oleh developer. Sebagaimana Windows XP yang telah berakhir masa pemeliharaannya oleh Windows beberapa waktu yang lalu. Dalam hal masa pemeliharaan sudah berakhir, memang dapat dibilang pengembang akan lepas tangan untuk segala sesuatu maslaha yang ditemui. Hal ini sebenarnya lumrah saja terjadi dalam dunia software, karena biaya riset untuk menutup bug tidak murah. Hanya saja, apabila kerentanan tersebut sebenarnya telah lama ada dan belum ditambal hingga update terakhir yang diberikan, rasanya memang menjadi poin penilaian negatif atas kredibilitas pengembang yang bersangkutan. Baca juga Pengguna Apple Jadi Target Empuk Penjahat Cyber dan iPhone dibajak FBI, Apple tingkatkan kewaspadaan.

Top