Ketika Apple Bersitegang, BB Sudah Lama Damai

Blackberry, Tidak Ada Rahasia Kepada Penegak Hukum – Panasnya suhu antara Apple dan FBI bisa dibilang mampu mengubah sejarah. Pasalnya, Apple sempat menolak permintaan FBI untuk turut membantu dalam penyelesaian kasus kejahatan yang melibatkan ponselnya iPhone 5c sebagai media penguak misteri versi FBI. Alasan tersebut bisa saja dibenarkan, pasalnya Apple diperintahkan untuk memberikan akses terlarang kepada FBI terhadap ponsel tersebut. Jelas saja merupakan akses terlarang, karena menurut Apple, hanya pemilik iPhone tersebut-lah yang secara sah dan meyakinkan diperkenankan mengakses konten di dalam ponselnya. Tak terkecuali penegak hukum sekalipun akan dianggap tindakan ilegal oleh sistem keamanan yang dikembangkan Apple.

ketika-apple-bersitegang-bb-sudah-lama-damai

Panasnya suhu tersebut disinyalir akan menerbitkan undang-undang baru di Negeri Paman Sam tersebut. Undang-undang tersebut berisi larangan untuk menjual produk keamanan yang datanya tidak dapat diakses oleh pemerintah. Alhasil sebagai kiblat dunia, bukan tidak mungkin undang-undang serupa akan nantinya mamu mengubah pola pikir masayarakat dunia tentang privasi yang dilindungi oleh keamanan sistem buatan yang dalam hal ini dibuat oleh Apple. Hal ini yang menjadikan Apple cukup cemas, pasalnya kemanan data para konsumennya merupakan harga yang dijual Apple dalam setipa produknya.

Berbeda dari Apple, perusahaan asal Kanada Blackberry mengaku malah tenang-tenang saja dengan pihak penengak hukum di negaranya. Pasalnya, Blackberry sudah dari tahun 2010 telah memberikan kunci deskripsi kepada Pemerintah setempat. Kunci ini dapat digunakan untuk membuka setiap pesan terkunci yang dikirimkan melalui ponsel buatan mereka. Artinya, siapapun orangnya tidak akan lepas dari intaian mata Pemerintah Kanada.

Padahal, sebagaimana diketahui, Blackberry dulu sempat digaungkan sebagai salah satu telepon pintar yang teraman di dunia. Keadaan agak berbalik ketika informasi ini disebarluaskan. Dengan menerapkan logika sederhana, maka seluruh pengguna Blackbeery baik presiden maupun panglima perang akan terbongkar seluruh isi percakapannya di hadapan Pemerintah Kanada. Walaupun tak dapat dipungkiri, kemampuan pembongkaran yang diberikan tersebut memang memberikan prestasi positif dalam penangkapan mafia sebagaimana dilansir dari Okezone (19/4/2016).

Di sisi lain, Blackberry diketahui sedang berada diujung tandung akibat ponselnya yang tak laku di pasaran. Selain disinyalir over-priced, konsep yang diusung Blackberry dirasa tidak cukup friendly dengan pasar yang sekarang. Bisa jadi, taktik pengumuman perdamaian ini merupakan strategi untuk menggaet pasar bahwa Blackberry tidak seperti vendor lainnya yang enggan menaati hukum. Baca juga Nasib Blackberry Di Ujung Tanduk dan BB-Priv Turun Harga, Sekaratkah?.

Top