IPhone Tak Lagi Aman?

Waduh, iPhone Rawan Dibobol (Lagi) – Pasca masalah yang dibelenggukan padanya karena perangkatnya digunakan oleh penjahat menjadi sorotan penegakan hukum di Amerika Serikat, kali ini Apple kembali diguncang dnegan isu keamanan. Pasalnya, kasus terakhir ternyata memberikan kesimpulan bahwa teknologi kemanan Apple pada iPhone-nya masih bisa diretas. Padahal untuk menjual ponsel dengan harga over-priced perlu suatu hal yang benar-benar memaksa konsumen, dan dulu dijual Apple melalui keamanan iPhone yang dibuatnya.

iphone-tak-lagi-aman

Kali ini, masalah keamanan diusung dari layanan iMessage. Pasalnya, layanan eksklusif Apple ini dilaporkan memiliki bug yang memudahkan hacker untuk membaca chat history targetnya yang menggunakan layanan ini. Jangankan kelas khusus seperti presiden atau komandan militer, untuk skala masyarakat umum  saja bug ini pastinya mengkhawatirkan. Bug sendiri adalah kesalahan komputasi yang dapat disebabkan oleh berbeagai hal, salah satunya kesalahan pemrograman. Pastinya, bug ini sering diidentifikasikan anomali terhadap program yang seharusnya tidak terjadi. Contohnya, dalam kasus ini, seharunysa tidak terjadi namun malah terjadi.

Detail kasus ini malah lebih mencengangkan kembali. Bug biasanya dieksploitasi dengan berbagai cara rumit. Karena adanya bug sendiri merupakan kesalahan komputasi, maka eksploitasi tersebut membutuhkan cara khusus untuk menembus sistem akibat kesalahan komputasi tersebut. Payahnya, Bug pada iMessages ini malah sangat mudah untuk dieksploitasi. Dengan sekali klik pada sebuah link yang sengaja dikirimkan oleh hacker, maka habislah seluruh sistem keamanan dari iMessega tersebut.

Dilansir dari Okezone (11/4/2016), peneliti kemanan Bishop Fox menaytakan bahwa eksploitasi bug pada iMessage tersebut tidak membutuhkan keahlian khusus. Bahkan menurutnya, gelar sarjana dalam matematika, pengetahuan manajemen memori, shellcode atau rantai ROP yang menjadi dasar pengetahuan dalam eksploitasi bug juga tidak diperlukan dalam bug iMessage yang satu ini. Karenanya, Apple sendiri sedang fokus untuk membicarakan masalah keamanan dari aplikasi yang mereka buat sendiri.

Sebagaimana yang kita tahu, untuk masalah keamanan reputasi anti bobol adalah hal yang penting. Tentunya konsumen tidak akan pernah menggunakan gembok yang sudah pernah dibongkar. Kalaupun diperbaiki, pastinya akan timbul rasa was-was atas pembobolan kedua. Karena reputasi atas keamanan tersebut dibangun selama bertahun-tahun dan memang mudah sekali dihancurkan dalam sekejap apabila manajemen kebaharuannya atas serangan tidak segera di update. Nah bagaimana pendapatmu tentang keamanan Apple ini? Baca juga Galaxy Note 6, Finger Print Scanner Sudah Kadaluarsa dan Xperia Z, Ponsel Lama Rasa Baru.

Top