Google Disinyalir Melakukan Persaingan Tidak Sehat

Di Eropa, Google Akan Dikenai Sanksi – Raksasa penyedia jasa informasi, Google dikabarkan tersangkut kasus hukum. Bukan masalah pelanggaran kekayaan intelektual atau paten yang selama ini sering diperdebatkan Samsung dan Apple, melainkan masalah persaingan yang disinyalir tidak sehat. Masalah ini dijabarkan oleh otoritas Uni Eropa, Europe Commision, karena disangka melanggar ketentuan Antitrust yang berlaku di Uni Eropa.

google-disinyalir-melakukan-persaingan-tidak-sehat

Tentunya, hal ini merupakan kabar yang mengagetkan sekaligus menyenangkan. Alasan kaget terbilang sederhana, karena untuk urusan persaingan tidak sehat ini biasanya dilakukan oleh pengusaha nakal yang ingin mendominasi pasar dengan ujung kematian pesaingnya. Alasan menyenangkan tentunya muncul dari pesaing Google yang apabila terbukti bersalah, artinya persaingan akan kembali seperti sedia kala sebelum Google menerapkan perilaku tidak sehatnya.

Detail perilaku Google yang dipersangkakan padanya bahkan sampai tiga pelanggaran perilaku yang tidak sehat. Pada konsepnya, perilaku Google ini kurang lebih memaksa para vendor produsen telepon pintar yang ingin menggunakan Android sebagai OS-nya untuk tetap mempertahankan eksistensi Google di pasaran. Caranya? Tentu dengan mengajukan persyaratan-persyaratan tertentu yang mengikat vendor terkait.

Dilansir dari Phonearena.com (21/4/2016), Google memberikan persyaratan yang membuat dirinya berada pada posisi dominan. Pertama, setiap pencatutan Google Playstore sebagai aplikasi yang diinstal pabrikan semua vendor wajib menginstal pula Google Search dan Google Chrome. Sebagaimana diketahui, default search engine yang dipakai oleh Chrome sendiri juga merupakan Google Search. Kedua, Google disinyalir akan memberikan bayaran kepada vendor yang tidak mencatut search engine di luar Google. Tentunya perilaku seakan memonopoli informasi mulai tampak dari Google dengan memberikan insentif tertentu.

Untuk kategori ketiga malah disinyalir lebih parah lagi. Pasalnya, Google melarang vendor terkait untuk menjual produk di luar Android OS. Termasuk diantaranya sistem operasi yang dikembangkan dari Android itu sendiri. Hal ini tentunya akan sangat berampak pada vendor yang suka membuat OS-nya sendiri seperti Xiaomi dengan MIUI-nya.

Apabila Google terbukti melakukan kesalahan tersebut, maka Google terancam denda sebesar 7.45  miliar Dolar Amerika Serikat. Angka tersebut didapat dari kalkulasi 10 persen jumlah penghasilan mereka pada tahun 2015 kemarin. Tentunya, selain denda tersebut, Google tidak mungkin akan menerapkan strategi yang sama. Bisa jadi, akibat hasil keputusan EC nantinya akan memengaruhi kinerja pasar ponsle pintar ke depan. Baca juga Speed, Simplicity, Security, Tema Chrome Versi ke-50 dan Google Rilis Fitur Goals Bantu Pengguna Capai Target Aktivitas.

Top