Gandeng Taksi Resmi, Go-Jek Siapkan Layanan Baru Go-Car!!

Go-Jek Berencana Memperluas Jaringan Pelayanan dengan Membuka Go-Car – PT Go-Jek Indonesia, salah satu start up transportasi yang berasal dari Indonesia memang tak henti-hentinya memperluas jaringan pelayanannya. Kali ini, Go-Jek berencana akan meluncurkan Go-Car yang merupakan angkutan taksi berbasis online. Sekilas memang terlihat sama seperti Uber dan Grab, namun layanan ini dianggap berbeda dibadningkan layanan transportasi online yang sudah ada. Menurut rencana, Go-Car ini nantinya akan bekerja sama dengan operator taksi resmi.

Go-Jek Berencana Memperluas Jaringan Pelayanan dengan Membuka Go-Car

Menurut penjelasan Andri Yansyah selaku Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta mengatakan bahwa “Go-Jek sedang menyiapkan sistem yang sama dengan yang dipakai oleh Grab. Go-Jek menanyakan syarat bagaimana prosedur untuk membuat Go-Car, mereka berencana bekerja sama dengan perusahaan taksi, saya bilang silakan saja,” tutur Andri.

Kerja sama antara Go-Jek dan taksi resmi dirasakan perlu dilakukan karena tidak adanya pembatasan kuota operator dan angkutan umum yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.  Dan yang paling penting semua armada angkutan umum harus memenuhi berbagai persyaratan seperti memiliki badan hukum, membayar pajak, dan lulus uji kir. Selanjutnya tinggal membicarakan masalah tarif, apakah akan dinego atau akan ditentukan tarif batas atas dan bawah, semua itu tergantung kesepatkan di antara keduanya. Setelah semua disepakati, dari pihak Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta tinggal mempelajari dan memberikan ijin.

Langkah yang dilakukan Go-Jek ini dianggap Andri sebagai kerja sama bussines to bussines (B to B). Pasalnya, jika Go-Jek menggandeng operator angkutan umum resmi, merka tidak perlu lagi membentuk badan hukum dan mengurus perizinan lainnya. Hal itu karena 34 operator angkutan umum resmi yang ada di Jakarta telah memenuhi seluruh persyaratan.

“Malah lebih gampang. Mereka tidak perlu lagi repot-repot urus perizinan. Karena kendaraan yang dipakai itu resmi dan sudah terdaftar. Saya pikir ini juga bagus untuk menepis anggapan bahwa operator resmi alergi dengan online,” pungkasAndri.

Top