FireEye: Indonesia Jadi Target Cyber Crime Tingkat Tinggi

36 Persen Perusahaan di Indonesia Jadi Target Serangan Cyber – Baru-baru ini, Indonesia telah dinyatakan sebagai negara dengan sasaran serangan cyber dengan prosentase yang menghawatirkan. Pasalnya, FireEye sebagai pemimpin dalam bidang pertahanan terhadap serangan cyber tingkat tinggi telah mengeluarkan hasil riset terbarunya. Dalam riset tersebut, dinyatakan bahwa sebanyak 36 persen perusahaan yang telah disurvei di Indonesia menjadi target serangan cyber tingkat tinggi di kuartal kedua tahun 2015 lalu.

36-persen-perusahaan-di-indonesia-jadi-target-serangan-cyber

Rupanya, angka tersebut memiliki nilai prosentase lebih dari dua kali lipat dari angka rata-rata global yang mencapai 15 persen. Itu artinya, pertahanan keamanan dari perusahaan-perusahaan tersebut sangatlah lemah dan akan menjadi sasaran empuk bagi para pelaku cyber.

Dalam keterangan yang disampaikan oleh Bryce Boland, selaku Chief Technology Officer untuk Asia Pasifik, seperti yang dikutip dari halaman TeknoTempo, Rabu (20/04/2016),” Kesenjangan keamanan cyber di Indonesia patut menjadi perhatian yang harus segera ditangani terutama dalam kaitannya dengan perekonomian dan keamanan nasional. Di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat di seluruh kawasan ini, penting untuk menyadari bahwa ketegangan ini juga tercermin di dunia cyber,” Ujarnya.

Dalam hal ini, hasil observasi FireEye telah menunjukkan bahwa setidaknya ada empat kelompok penyerang tingkat tinggi yang secara gigih menyasar perusahaan-perusahaan di Indonesia. penyerang tingkat tinggi tersebut tiga diantaranya berasal dari China, dan satu lainnya dari Eropa Timur.

Untuk kasus ini, Marshall Heilman selaku Vice President dan Executive Director, Incident Response dan Red Team Operation untuk FireEye mengatakan bahwa ketika sebuah perusahaan yang telah menjadi korban serangan cyber tingkat tinggi, maka akan terjadi beberapa dampak atau efek negatif seperti gangguan operasional, kerugian finansial, rusaknya reputasi serta tuntutan hukum.

Dari survei yang dilakukan oleh FireEye untuk Asia Pasifik, sektor industri yang paling banyak menjadi sasaran serangan kelompok cyber tingkat tinggi tersebut untuk kuartal terakhir tahun 2015 lalu antara lain adalah pemerintahan federal sebanyak 45 persen, hiburan/media/hospitality sebanyak 38 persen, high-tech sebesar 33 persen, manufaktur 29 persen, energi 29 persen, pemerintahan negara bagian dan lokal 28 persen, jasa/konsultasi 25 persen dan jasa keuangan sebanyak 20 persen.

Analisis dari FireEye yang terakhir kali dilakukan, menyatakan bahwa saat ini kelompok malware ini tengah menuju Indonesia untuk menjadi sasaran serangannya. Waspadalah! Baca juga Kejahatan Cyber Meningkat, Masyarakat Masih Kurang Peduli dan Serangan Cyber Makin Besar, Masyarakat Indonesia Masih Lengah

Top