FBI Gunakan Pihak Ketiga Bobol IPhone

Fitur Keamanan Untuk Kejahatan – Sejatinya, semua fitur yang ditawarkan vendor kepada pengguannaya adalah untuk memudahkan pengguna menikmati modernitas saat ini. Pada tataran tingkat lanjut, dengan semakin berkembangnya kesadaran akan keamanan cyber, ditandai dengan marajnya aksi peretasan, membuat vendor ‘terpaksa’ ikut mengembangkan sektor pengamanan. Alasannya, selain karena mereka yang lebih memahami seluk beluk produk mereka, agaknya terlalu sia-sia jika melempar pekerjaan ke pihak ketiga.

fbi-gunakan-pihak-ketiga-bobol-iphone

Teknik enkripsi yang secara mudah dapat dipahami dengan mengubah teks asli dalam bentuk tertentu nyang dikunci berdasarkan teknik tertentu saat ini menjadi cara teraman yang dapat digunakan dalam berkomunikasi menggunakan jaringan data. Masalahnya, gakanya fitur ini jadi mengamankan pula kejahatan yang terjadi baik sebagai alat utama maupun sebagai alat bantu untuk merealisasikan niat jahat seseorang. Buktinya sudah banyak, terakhir yang menggemparkan muncul di Amerika yang kasusnya sampai menurunkan FBI.

Alih-alih untuk membantu memecahkan perkara kejahatan, Apple sang pembuat iPhone nyatanya ogah untuk turut serta membantu dalam proses tersebut. Pasalnya, Apple khawatir harus mempertaruhkan jutaan ribu pengguna mereka. Hal ini dikarenakan, sekali teknik mereka bocor maka tidak akan ada lagi jaminan keamanan untuk pengguna tersebut. Padahal penciptaan metode enkripsi tidak dapat ditempuh dalam waktu yang singkat dan berbanding lurus dengan tingkat keamanan yang diusungnya.

Melihat tanggapan Apple tersebut, FBI sempat meradang yang mengakibatkan hembusan larangan penjualan fitur enkripsi dengan tidak menyertakan ‘kuncinya’ ke pemerintah menjadi santer terdengar. Namun itu bisa dibilang cerita lama, karena memang proses untuk menuju ke sana masih lama. Nyatanya, untuk memecahkan kasus tersebut, sebagaimana dilansir dari kompas (9/4/2016), FBI mengaku menggunakan jasa pihak swasta untuk dapat membobol pertahanan kebanggaan Apple.

Jangan berharap mengetahui siapa pihak swasta tersebut. Karena di negara Paman Sam tersebtu, apa yang menjadi rahasia negara memang benar-benar rahasia dan nyawa bisa jadi pertaruhan yang tidak sedikit karena dianggap mengkhianati negara. Namun beredar kabar bahwa FBI memperoleh bantuan tersebut dari sebuah perusahaan mobile forensic asal Israel yang bernama Cellebrite. Hanya saja kabar tersebut tidak akan pernah bertemu validitasnya hingga memang diadakan pengumuman resmi oleh FBI sendiri. Pasca diumumkan jebol, gantian Apple yang gamang. Terang saja, apabila titik jebolnya tidak segera mereka benahi, kepercayaan pengguna IPhone atas keamnanan yang ditawarkan akan hancur dalam waktu yang tak lama. Baca juga Whatsapp Menggunakan Metode Enkripsi dan Enkripsi Terbaru Whatsapp Tidak 100% Aman.

Top