Bom Waktu, Samsung Galaxy S III Meledak

Baterai Jadi Penyebab Samsung galaxy S III Meledak – Berita menghebohkan di dunia perangkat pintar kembali dihebohkan dengan cerita ledakan mengerikan sebuh telepon pintar. Awalnya, dunia berpikir, hadirnya telepon pintar memberikan legitimasi bahwa kasus meledaknya ponsel hanya terjadi pada ponsel-ponsel batangan zaman awal-awal teknologi seluler. Nyatanya, kesan pintar telepon pintar tidak kemudian membuatnya menjadi telepon anti meledak. Dilansir dari Okezone (16/4/2016) sebuah telepon pintar ternama, Samsung Galaxy S III diberitakan meledak di tempat tidur. Layaknya bom waktu perintah ganti ke varian terbaru Samsung Galaxy S7.

samsung-galaxy-s-iii-meledak

Ceritanya, si pemilik flagship terdahulu dari Samsung ini sedang melakukan pengisian ulang baterai alias charging secara wajar. Hanya saja, yang bersangkutan melakukan charging di atas tempat tidur. Alhasil, tak selang beberapa lama ponsel pintar itu meledak yang mampu membuat lubang di tempat tidurnya. Sontak saja, hal tersebut membuat kaget dan seram siapapun yang mendengarnya. Pasalnya, telepon genggam adalah hal yang sangat dekat dengan penggunanya. Karena sering ditempatkan di saku yang dekat dengan paha, disaku dekat dengan dada, dan tentunya ditempelkan di telinga yang dekat dengan otak dan bagian penting lainnya.

Dari berita terdahulu, biasanya hal ini disebabkan oleh penggunaan baterai non original alias KW. Hal ini sehubungan dengan kualitas pelindung baterai yang tak mampu menahan tekanan di dalam baterai. Sebagai informasi, baterai dengan teknologi lithium pada prinsipnya memang tidak dapat dibilang aman. Pasalnya, rekasi recharging cell lithium pada baterai lithium dapat memproduksi ion gas yang akan mendesak dinding penahan baterai. Hal tersebut yang mampu membuat baterai tersebut menggembung dan kemudian meledak.

Berdasarkan beberapa percobaan yang telah dilakukan secara individu oleh penggunanya, memang didapati baterai Lithium harus diperlakukan sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya. Sebagai contoh, apabila charger baterai hanya memiliki rate 5v/1A, maka sangat tidak dianjurkan untuk melebihi rate charging tersebut. Satu hal yang jelas, biasanya produk baterai Lithium yang original sudah memiliki perhitungan yang matang atas spesifikasinya termasuk ketebalan pelindung yang digunakan. Berbeda dengan baterai palsu, pelindung diberikan ala kadarnya, atau mungkin dibeberapa kasus ditemukan pengurangan jumlah molekul penyusun baterai agar tidak mampu mendesak pelindung baterai. Selain itu, pada prinsipnya baterai ini sangat sensitif terhadap panas. Maka tak heran apabila beberapa ponsel pintar yang terkenal cepat panas terpaksa menerima keadaan hamil baterai tersebut. Tentunya, hal ini sangat berbahaya dan dapat menjadi ledakan cepat atau lambat. Baca juga Powerbank yang Tidak Mudah Meledak dan Ponsel Samsung Meledak Lagi.

Top